Terbanyak Terjangkit DB, Kecamatan Singgahan Tuban Berstatus KLB

Editor: Revol
Wartawan: Suwandi
Jumat, 23 Januari 2015 19:20 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tuban ketika memberi keterangan didepan sejumlah awak media. (Suwandi/BangsaOnline)

TUBAN (BangsaOnline) - Gara-gara banyak warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD), Kecamatan Singgahan, Tuban saat ini berstatus daerah Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal itu diungkapkan oleh kepala dinas kesehatan setempat setelah Kecamatan Singgahan dilanda penyakit mematikan yang disebabkan nyamuk aides aygepti.

“Kini Kecamatan Singgahan kita tetapkan sebagai daerah KLB DBD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, dr. Siaful Hadi ketika dikonfirmasi Harian Bangsa, jum’at (23/1).

Menurutnya, pada tahun 2015 ini jumlah warga yang dilaporkan postif terjangkit DBD sebanyak tujuh orang. Bahkan ada yang meninggal dunia karena diduga kuat terserang DBD.

“Kami tetapkan KLB, karena Kecamatan Singgahan saat ini yang terkena DBD jumlah korbannya lebih banyak bila dibandingkan tahun lalu,” terang pria alumnus UNAIR Surabaya ini.

Ketika ditanya daerah lainnya yang terjangkit DBD, Siful Hadi menjelaskan, bahwa saat ini daerah terjangkit DBD selain Kecamatan Singgahan juga dialami di Desa Jadi, Kecamatan Semanding. Informasinya, ada dua orang yang kini sedang terjangkit. Sedangkan untuk isu terkait belasan orang yang diduga ikut terjangkit DBD ternyata itu tak terbukti.

“Belasan orang yang sakit itu laporannya tidak terserang DBD, tapi penyakit lainnya. Seperti tifus, demam dan penyakit lainnya. Pokoknya kita jangan punya anggapan kalau orang badannya panas itu semua terkena DB,” cetusnya.

Sementara itu, data yang diperoleh Dinkes Kabupaten Tuban menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 38 orang yang terjangkit DBD. Diprediksi penderita DBD di Tuban akan tinggi pada bulan Januari sampai Maret.