Curiga Istri Selingkuh, Pria di Ponorogo Bacok Diduga PIL

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Selasa, 18 Agustus 2020 13:23 WIB

Pelaku pembacokan berinisial S beserta barang bukti berupa celurit diamankan Polsek Sampung.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Unit Reskrim Polsek Sampung menangkap seorang pria berinisial S (42), warga Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung, Senin (17/8/20) sekitar pukul 16.30 WIB.

Pelaku diamankan polisi terkait kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap korban berinisial M (35) di rumah pelaku di Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung.

"Sesuai dengan laporan masyarakat, kita lakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku. Selain pelaku, kita juga amankan senjata tajam berupa celurit yang diduga sebagai alat yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban," kata Kapolsek Sampung Iptu Marsono, S.H., M.H.

Dijelaskannya, pelaku S bersama dengan istrinya datang ke rumah korban M dengan tujuan menanyakan tentang foto editan yang dibuat oleh korban. Dalam foto itu, korban menyandingkan fotornya dengan foto istri pelaku.

Namun, korban saat itu tidak ada. Yang ada adalah istri korban. Selanjutnya, terduga pelaku menunjukkan foto editan tersebut ke istri korban. "Terduga pelaku kemudian berpesan akan datang lagi atau meminta korban yang datang ke rumah terduga pelaku," terangnya.

Selanjutnya, sekira pukul 16.30 WIB, korban datang menemui terduga pelaku di rumahnya untuk menanyakan maksud memberikan foto editan tersebut. Singkat cerita, terjadi cekcok antara korban dan terduga pelaku, hingga akhirnya terduga pelaku mengambil celurit. Terduga pelaku langsung membacokkan celurit tersebut ke korban yang masih duduk di kursi tamu sebanyak 2 kali.

Bacokan pertama mengenai punggung korban, sedangkan bacokan kedua berhasil di tangkis korban dengan cara menahan tangan terduga pelaku yang memegang celurit tersebut. Kemudian korban berhasil mendorong terduga pelaku hingga keluar rumah. Sampai di halaman rumah, kemudian istri dan anak korban datang dan teriak minta pertolongan.

Setelah berhasil dilerai, korban yang berlumuran darah dibawa ke Puskesmas Badegan yang selanjutnya dirujuk ke RSUD Hardjono Ponorogo.

"Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan alasan sudah lama mencurigai korban menjalin hubungan asmara dengan istri terduga pelaku. Hal ini diketahui pelaku lewat SMS, Facebook, dan telepon yang ada di handphone istri pelaku," ujar Iptu Marsono.

Hasil pemeriksaan medis, bahwa korban mengalami luka terbuka dengan lebar 10 cm kedalaman luka 6 cm. Korban harus menjalani rawat inap dan operasi pembuluh darah.

Selanjutnya dari tangan pelaku, didapatkan barang bukti berupa celurit. Kini pelaku diamankan di Polsek Sampung guna proses penyidikan. "Pelaku dijerat sesuai dengan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP," pungkas Iptu Marsono. (nov/rev)