​Tracing Pasien Dokter Sony yang Meninggal Karena Corona Terus Berlanjut, Ini Temuannya

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
Minggu, 02 Agustus 2020 17:14 WIB

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar menemukan daftar pasien dr Sony.

KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar tidak menyerah mengumpulkan data pasien yang pernah kontak erat dengan dr. Sony Putrananda, yang meninggal karena Covid-19 beberapa waktu lalu. 

Karena tidak ditemukan buku register pasien di tempat praktik dr Sony, Gugus Tugas kemudian menindaklanjuti dengan membongkar rekam medis pasien satu per satu. Rekam medis tersebut ditemukan di ruang praktik dr Sony di Jalan Mawar Kota Blitar.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Blitar M Muchlis mengatakan, dari data pasien yang berobat pada 14-27 Juli ditemukan 74 orang dari Kota Blitar dengan rincian dari Kecamatan Sukorejo 40 orang, Kecamatan Sananwetan 12 orang, dan Kecamatan Kepanjen Kidul 22 orang. Sementara sebanyak 123 pasien berasal dari Kabupaten Blitar.

"Untuk yang Kota Blitar teman-teman puskesmas bekerja sama dengan perangkat kelurahan dan kader sudah bergerak mencari dan menghubungi yang bersangkutan. Kemudian akan langsung dilakukan swab test di puskesmas masing-masing," ujar Muchlis, Minggu (2/8/2020).

Sementara untuk pasien yang berasal dari Kabupaten Blitar, data sudah diserahkan kepada Dinkes Kabupaten Blitar. "Untuk Kabupaten Blitar sudah kami serahkan ke Dinkes Kabupaten," tuturnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas sempat berusaha melacak orang-orang yang pernah kontak erat dengan dr Sony di luar keluarga dan karyawan dengan mengumumkannya melalui berbagi media sosial.

"Teman-teman sebelumnya sudah membuat pengumuman di berbagai grup. Bagi yang pernah berobat ke almarhum terhitung mulai tanggal 14-27 Juli untuk menghubungi puskesmas yang ditunjuk," ujarnya.

Untuk diketahui, dr Sony Putrananda merupakan warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Dokter Sony berpulang pada Selasa (28/7) pukul 21.50 WIB di RSAA Kota Malang.

Pria berusia 59 tahun itu dikenal luas kalangan masyarakat Blitar karena ketelatenannya menghadapi pasien. Sehingga banyak pasien baik dari Kota Blitar maupun Kabupaten Blitar berobat kepadanya. (ina/ian)