​Seorang Dokter Ternama di Kota Blitar Meninggal Dunia, Diduga Karena Terpapar Covid-19

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Rabu, 29 Juli 2020 15:41 WIB

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo. (foto: ist).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Diduga positif terpapar Covid-19, seorang dokter di Kota Blitar meninggal dunia. Dokter tersebut bernama Sony Putrananda (59), Warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Dokter yang dikenal luas kalangan masyarakat Blitar karena ketelatenannya menghadapi pasien itu, berpulang pada Selasa (28/7/2020), pukul 21.50 WIB di RSUD Syaiful Anwar Kota Malang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, pihaknya masih menunggu data hasil tes swab Dokter Sony dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluar. Hasil laporan tes swab-nya tertunda karena Dokter Sony awalnya menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Kota Malang yang bukan rumah sakit rujukan Covid-19. Di sana, dilakukan tes swab dengan hasil positif Covid-19, sehingga kemudian dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar.

"Pelaporan hasil tes swab tertunda karena RS Persada Malang yang merawat Dokter Sony belum terdaftar sebagai RS Rujukan Covid-19 di Dinas Kesehatan. Hasil tes swab-nya positif namun kami masih menunggu data hasil tes swab dari Kemenkes," kata Hakim, Rabu (29/7/2020).

Meski masih menunggu data hasil dari Kemenkes, Gugus Tugas langsung melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan Dokter Sony. Selain keluarga, sopir, dan karyawan, tracing juga dilakukan kepada pasien yang terdata sempat berobat ke kliniknya di Jalan Mawar, Kota Blitar terhitung sejak 22 Juli 2020 lalu.

"Keluarga, sopir, dan karyawan klinik di-swab. Kemudian pasien yang pernah berobat juga kami telusuri. Kliniknya sekarang ditutup. Kami juga akan melakukan penyemprotan di tempat praktik, rumah, dan apotek milik Dokter Sony," ujarnya.

Selain di Jalan Mawar, Dokter Sony diketahui juga praktik di salah satu klinik di wilayah Garum, Kabupaten Blitar. "Setahu saya, yang bersangkutan hanya praktik di klinik pribadinya dan di salah satu klinik di Garum, Kabupaten Blitar," katanya.

Sementara menurut Hakim, rencana awal jenazah akan dimakamkan di Kota Blitar. Namun, atas permintaan keluarga, jenazah Dokter Sony akhirnya dikremasi di Lawang, Malang.

"Atas permintaan keluarga, jenazah Dokter Sony dikremasi di Lawang, Malang," pungkasnya. (ina/zar)