Tersangka Pembawa Kabur Uang Sumbangan untuk Ponpes di Jombang Juga Terlibat Kasus Upal

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Kamis, 23 Juli 2020 12:43 WIB

Tiga tersangka saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Jombang.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Polres Jombang terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tiga pria asal Wonosobo, Jawa Tengah, yang ditangkap lantaran membawa kabur uang yang rencananya untuk sumbangan pondok pesantren di Kota Santri, beberapa hari lalu.

Dari hasil pengembangan sementara, satu tersangka bernama Adhi Sutikno (40), warga asal Genting, Desa Tanjung Anom, Kabupaten Wonosobo yang menjadi otak dalam kasus tersebut, ternyata juga terlibat tindak kriminal lain di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Yakni, kasus peredaran uang palsu.

“Hasil pengembangan pemeriksaan, si pelaku ini mempunyai kasus lain di wilayah Banyumas terkait dengan upal,” ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polres Jombang, Ipda Zico Bintang Yanottama, Kamis (23/07/20).

Sebelumnya, Adhi Sutikno dan dua rekanya, Selon Isworo (44) dan Wahyu Subagio (44), asal Desa Reco, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ditangkap polisi setelah dilaporkan oleh J warga Yogyakarta. J mengaku menjadi korban penipuan.

Ketiga tersangka membawa kabur uang senilai Rp 385 juta yang sedianya akan disumbangkan ke Ponpes di Jombang

Ketiganya ditangkap di kilometer 420.200 B jalan Tol Solo – Ngawi oleh petugas Patroli Jalan Raya (PJR) dan Polres Sragen, pada Jum’at, 17 Juni 2020 kemarin. Mereka diamankan bersama sejumlah barang bukti hasil kejahatannya.

Kejadian bermula saat korban berniat mendirikan sebuah Pesantren dan bertemu dengan ketiga pelaku. Kemudian ia dirayu oleh ketiga pelaku, dengan dalih jika mendirikan pesantren harus memberikan sumbangan terlebih dulu ke pondok lain.

Rayuan itu pun disetujui oleh korban dengan membawa uang tunai ratusan juta rupiah. Selanjutnya mereka (korban dan tiga tersangka) berangkat ke Jombang untuk menyumbangkan uang tersebut ke salah satu pesantren di Jombang. Namun di tengah perjalanan, uang tersebut malah dibawa kabur oleh ketiga pelaku.

“Korban diajak salat di SPBU Tambakberas. Saat korban mengambil air wudlu, saat itulah ketiga tersangka tancap gas lewat pintu tol Tembelang lagi. Uang korban dibawa kabur,” pungkasnya. (aan/rev)