Rekom PDIP untuk Calon Wali Kota Surabaya Baru Turun Akhir Agustus

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurrozi
Jumat, 17 Juli 2020 18:18 WIB

Whisnu Sakti Buana yang digadang-gadang mendapat rekomendasi untuk bertarung di Pilkada 2020 Kota Surabaya tampak hadir di acara penyerahan rekom gelombang kedua.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPD PDIP Jawa Timur telah mengumumkan sekaligus menyerahkan rekom kepada 6 bakal calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada Serentak 2020. Rekom itu diserahkan DPP PDIP di kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Jumat (17/7/2020) siang.

Dari 6 rekomendasi yang diserahkan PDIP pada gelombang kedua ini, lagi-lagi tidak ada Kota Surabaya. Rekom yang diterbitkan DPP PDIP kali ini hanya untuk Kabupaten dan Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Mojokerto.

Ketika ditanya sejumlah awak media, Kusnadi, Ketua DPD PDIP Jatim beralasan, belum ada putusan dari DPP terkait rekom untuk Pilwali Surabaya. 

"Rekomendasi bakal calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk Kota Surabaya belum ada putusan dari DPP. Kita tunggu gelombang tiga, ya kira-kira paling tidak di akhir bulan Agustus," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jatim itu.

Menurut Kusnadi, rekomendasi untuk Kota Surabaya masih membutuhkan kajian dan evaluasi. Namun, dia tidak menyebut kajian yang dimaksud. "DPP melakukan evaluasi sendiri, bahkan survei sendiri," ujar Kusnadi.

Dalam kesempatan lain, Whisnu Sakti Buana yang digadang-gadang mendapat rekomendasi untuk bertarung di Pilkada 2020 Kota Surabaya juga tampak hadir di acara tersebut. Namun, Whisnu tiba-tiba 'menghilang' ketika acara penyerahan rekomendasi 6 bakal calon kepala daerah pilkada 2020.

Diketahui, DPP PDIP merekomendasikan enam pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Jawa Timur (Jatim). Rekomendasi ini dibacakan Ketua DPP PDIP Puan Maharani secara virtual dan didengarkan seluruh pengurus di tiap-tiap DPD. (nf/rev)