​Kembali Kunjungi Surabaya, Menkes Kejutkan Risma dan Pengunjung Pasar Genteng

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Kamis, 02 Juli 2020 20:41 WIB

Wali Kota Risma saat mendampingi Menkes Terawan mengunjungi Pasar Genteng. (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto kembali mengunjungi Surabaya setelah sebelumnya datang bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo bulan Juni lalu.

Kedatangan Menkes dr. Terawan pada Kamis (2/7/2020) ini cukup spesial karena tak memberi tahu sebelumnya kepada pihak pemkot khususnya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Setelah tiba di Balai Kota Surabaya, Menkes Terawan bergegas masuk ke dalam Gedung Balai Kota Surabaya. Melihat itu, Wali Kota Risma yang tengah berada di Dapur Umum mengaku kaget melihat Menkes datang bersama rombongannya itu.

“Saya kaget Bapak (Menkes) rawuh (datang). Saya kok tidak diberi tahu. Jadi ya begini sudah beberapa bulan saya ngantornya di luar begini,” ujar Risma menjelaskan kerjaannya selama ini.

Sembari tertawa, Menkes Terawan mengungkapkan bahwa ini adalah bagian dari surprise (kejutan). Ia pun menyaksikan kerja Wali Kota Risma di Dapur Umum itu. Tanpa menunggu lama, Risma memaparkan yang sedang dilakukannya, yakni upaya pemutusan mata rantai Covid-19 dengan melihat map (peta) sebaran di setiap kelurahan.

“Jadi begini lho pak. Kami punya petanya dan kami tahu sebarannya di mana saja, sehingga ini yang kami lakukan kalau ada warga yang terkonfirmasi, maka kami blokir lokal di wilayah itu,” paparnya sambil menunjuk peta sebaran di atas meja kerjanya.

Melihat apa yang sedang dilakukan Risma, dr. Terawan mengungkapkan bahwa kinerja yang seperti inilah yang diminta Presiden RI, Joko Widodo. “Ini kan sama seperti yang diminta Pak Presiden. Ini seperti operasi militer. Luar biasa Bu Risma,” ungkapnya sembari melihat peta sebaran.

Selain itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menjelaskan bahwa protokol kesehatan di berbagai bidang juga semakin diperketat. Seperti yang terjadi di pasar tradisional. Ia mengungkapkan baik pedagang dan pembeli wajib disiplin. Bahkan, saat transaksi pembayaran pun mereka dipastikan tidak boleh bersentuhan fisik.

“Setiap pedagang sudah melakukan transaksi keuangan pakai nampan. Jadi supaya tak bersentuhan. Lalu ada tirai antara pedagang dan pembeli. Biar aman,” jelasnya.

Mendengar penjelasan itu, seketika Menkes tertarik untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu pasar guna melihat kedisiplinan antara pedagang dan pembeli. Ia pun berbisik dan mengajak Presiden UCLG Aspac ini untuk segera berangkat ke pasar. “Mari kalau gitu. Kita ke pasar sekarang. Ini tidak ada persiapan apa-apa lho pak,” ucap Risma sambil tertawa.

Risma pun mengajak Menkes Terawan ke Pasar Genteng. Kedatangan mereka sempat membuat pedagang dan pengunjung kaget. Karena menggunakan face shield dan bermasker, banyak warga yang tidak mengenali Menkes Terawan.

Bahkan ada pengunjung yang minta foto bareng dengan Wali Kota Risma. "Gak usah foto. Iki ono Pak Menkes, mosok gak ngerti," celetuk Risma.

Setelah tiba di salah satu pasar tangguh itu, Menkes menyaksikan langsung setiap toko di Pasar Genteng sudah dilengkapi tirai plastik dan nampan untuk melakukan transaksi. Ia bersama Wali Kota Risma berkeliling menyusuri lorong demi lorong di pasar tersebut.

Tidak hanya itu, saat sidak pun, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia ini juga tak henti-hentinya mengapresiasi berbagai upaya Risma dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya.

Bahkan, sembari berkeliling menyusuri lorong pasar, tampak pula senyuman yang terus dilemparnya di balik masker itu yang menggambarkan kebahagiaannya. Terawan juga berkali-kali memuji apa yang sudah dilihatnya di lapangan. “Bagus ini Bu. Bagus,” ujarnya saat sidak.

Sekitar 10 menit, rombongan Menkes dan wali kota beranjak kembali ke Balai Kota Surabaya. Sesampai di Balai Kota, Menkes Terawan langsung berpamitan ke Wali Kota Risma untuk melanjutkan kunjungannya ke RS Unair. (ian/zar)