​Rembol Bukan Pagar Nusa, Abah Muchid: Mereka Punya KTA-AD/ART Sendiri

Editor: MMA
Kamis, 02 Juli 2020 16:00 WIB

Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur H Abdul Muchid, SH (memegang penabuh gong) bersama Kadispora Jatim Supratomo saat pembukaan Grand Final Kejurda dan Rapat Pimpinan Pagar Nusa Jawa Timur di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur, Jumat (20/12/2019). foto: MMA/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rapat pimpinan (Rapim) Pengurus Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Jawa Timur mengeluarkan delapan keputusan. Di antaranya tentang keberadaan rembol.

“Rembol sudah punya KTA sendiri, AD/ART sendiri, sehingga dia bukan Pagar Nusa,” kata KH.Abdul Muchid, S.H., Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (2/7/2020).

Menurut dia, jika mereka masih ingin mengikuti Pagar Nusa maka harus mengikuti aturan Pagar Nusa, dan berkoordinasi dengan ranting/ PAC/ PC Pagar Nusa setempat.

“Pagar Nusa selain untuk mencetak pendekar juga banom NU. Karena itu harus menjaga akhlakul karimah. Pagar Nusa tak bisa dibuat geng-gengan rebutan parkir dan sebagainya,” tegas Abah Muchid, panggilan H Abdul Muchid.

(Rapat perdana PW Pencak Silat NU Pagar Nusa Jatim di kediaman H Abdul Muchid di Jalan Pendopo Agung nomor 9 Trowulan Mojokerto, Sabtu (24/8/2019). foto: istimewa/ bangsaonline.com)

Selain soal rembol, Rapim Pagar Nusa Jawa Timur memutuskan bahwa bagi Pengurus Cabang Pagar Nusa yang masa baktinya telah habis diminta segera mengadakan rapat pleno untuk menentukan perpanjangan atau memilih Plt. “Karena kita tidak mungkin mengadakan koferensi dalam kondisi pandemik,” katanya sembari mengatakan bahwa tanggal pengajuan dibuat sebelum masa baktinya habis.

Keputusan lain dalam Rapim itu adalah tentang reshuffle. “Reshuffle pengurus PC dipersilakan sesuai kebutuhan dan PW akan merekomendasi,” kata Abah Muchid.

(Pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur periode 2019-2024 di Parkir Timur Delta Plaza, Surabaya, Ahad (28/10/2019). foto: bangsaonline.com)

Rapim Pagar Nusa Jatim juga memutuskan tentang pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). Menurut keputusan itu, pembuatan KTA mengikuti Pengurus Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur yaitu satu pintu, dengan biaya diseragamkan Rp. 15.000.

”Sedangkan KTA yang sudah atau terlanjut membuat, dianggap sah sampai masa berlakunya habis,” katanya.

Para pengurus Pagar Nusa dalam rapim itu menyadari bahwa sekarang sulit turba ke daerah-daerah karena kondisi pandemik. Karena itu turba akan dimulai dengan sistem zona kalau situasi sudah normal.

Begitu juga Kejurda yang biasanya digelar tiap tahun, juga tertunda akibat Covid-19. “Pelaksanaan akan datang sebagai alternatif tempatnya adalah di Lumajang,” demikian bunyi keputusan rapim.

Sementara untuk pengesahan anggota baru dilaksanakan oleh Pengurus Cabang dengan nama pembaiatan santri baru. Rapim yang digelar di Kantor PWNU Jawa Timur pada 25 Juni 2020 lalu itu juga memutuskan bahwa rapat harus tepat waktu. (MMA)