Langgar Physical Distancing, Begini Komposisi Ideal Pos Check Point Versi Fraksi Golkar

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Kamis, 11 Juni 2020 20:14 WIB

Ketua Fraksi Golkar Trenggalek Nur Wahyudi. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Keberadaan pos check point di tiga titik yakni Durenan, Tugu, dan Panggul terus disorot oleh sejumlah kalangan. Kali ini, Ketua Fraksi Partai Golkar Trenggalek Nur Wahyudi juga meminta agar pos check point itu segera dilakukan evaluasi.

"Kami dari fraksi Partai Golkar meminta agar Pemkab Trenggalek segera melakukan evaluasi terhadap check point," kata Nur Wahyudi di gedung DPRD Trenggalek, Kamis (11/6).

Menurutnya, evaluasi yang harus segera dilakukan oleh Pemkab Trenggalek adalah pada sisi jumlah petugas yang ditugaskan di check point tersebut.

Ia merinci jumlah petugas check point di masing-masing titik. Untuk check point Durenan jumlah petugas yang dilibatkan dalam satu shift 70 orang. Kemudian untuk check point Tugu tepatnya di Anjungan Cerdas jumlah petugasnya 60 orang. Dan yang terakhir check point yang letaknya di Kecamatan Panggul jumlah petugasnya 25 orang.

Melihat komposisi jumlah petugas di tiap check point yang cukup banyak. Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan dari adanya protokol kesehatan tentang physical distancing.

"Kalau jumlah petugas check point itu banyak, lha ini kan tidak mematuhi daripada physical distancing," sesalnya.

Selain itu, dengan jumlah petugas yang begitu banyak, maka akan menyerap anggaran cukup besar.

Karena itu, ia mengusulkan agar petugas yang ditugaskan di check point dipangkas. Yakni, cukup dari Dinas Kesehatan, BPBD, Dishub, Dukcapil, TNI dan Polri. Dengan begitu, akan terjadi efisiensi anggaran. "Bukan berarti mengurangi anggaran untuk Covid-19, tapi lebih pada efisiensi anggaran," jelasnya. (man/ian)