Direktur RS Fathma Medika Beberkan Penyebab Banyaknya Warga Gresik Terpapar Corona di RS

Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Rabu, 03 Juni 2020 09:43 WIB

dr. Asluchul Alif, Direktur RS Fathma Medika Gresik.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur Rumah Sakit (RS) Fathma Medika, dr. Asluchul Alif membeberkan penyebab banyaknya warga Gresik yang terpapar virus Corona (Covid-19), meski rekam jejaknya tak pernah bepergian ke mana-mana.

"Iya memang benar. Warga kami (Gresik) banyak yang terinfeksi Corona. Padahal, tak pernah bepergian ke tempat-tempat zona merah, atau interaksi dengan warga positif Corona, hanya ke RS untuk berobat," ujar Asluchul Alif kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (3/6).

Menurut Asluchul Alif, pasien Corona di Gresik bisa jadi terpapar saat berobat di RS. "Jadi, kemungkinan tertular saat berobat ke RS. Atau, bisa juga terpapar keluarganya yang habis bepergian, meski yang habis bepergian tersebut tak terpapar. Bisa jadi terkena virus yang menempel di pakaian yang habis dipakai keluarganya yang habis bepergian akibat terpapar orang lain," terang Alif.

Alif mengungkapkan, bahwa RS yang merawat pasien Corona sangat rentan menularkan virus kepada pasien lain saat berobat di sana. Buktinya, banyak dokter dan perawat yang merawat pasien Corona juga terpapar.

Di Kabupaten Gresik, tercatat ada sekitar 17 pasien positif Corona yang tidak memiliki riwayat bepergian ke zona merah, atau kontak dengan positif Corona.

"Ya itu tadi. Mereka bisa terpapar (tertular) saat berobat di RS atau terpapar virus yang dibawa keluarganya, baik di baju atau media lain usai bepergian yang kemudian kontak langsung dengan penderita," jelas Wakil Ketua DPRD Gresik ini.

Untuk itu, Alif mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat berobat ke RS. "Gunakan standar operasi prosedur (SOP) atau standar Corona saat berobat, seperti menggunakan masker, physical distancing (jaga jarak), cuci tangan pakai sabun, dan SOP lain," pesannya.

"RS-RS di Kabupaten Gresik saat ini tengah meningkatkan protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah sebaran dan terjadinya klaster RS. Jadi, RS rutin lakukan penyemprotan disinfektan, dan tegakkan SOP Covid-19 untuk mencegah penularan," pungkasnya. (hud/dur)