Doa Risma Terjawab, BIN Kembali Bantu Surabaya, 10 Jam Bawa 120 Ribu Masker Nonmedis dari Jakarta

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Selasa, 02 Juni 2020 20:07 WIB

Wali Kota Risma saat menerima bantuan dari Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Dr. Suyanto. (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menerima bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) berupa 120 ribu masker nonmedis, setelah sebelumnya menyerahkan ribuan alkes (alat kesehatan) pada 28 Mei 2020 lalu.

Bantuan yang kesekian kalinya tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran BIN atas bantuan yang terus mengalir untuk Kota Pahlawan. Menurutnya, hampir empat hari ini BIN ikut membantu dalam menyelesaikan Covid-19 di Surabaya.

“Sudah hampir empat hari ini BIN membantu kita dalam menyelesaikan Covid-19 di Surabaya. Dan kali ini kami menerima bantuan 120 ribu masker nonmedis. Kami matur nuwun (terima kasih) atas semua bantuannya,” kata Risma.

Saat itu, ia juga menceritakan bantuan yang diantar langsung oleh Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Dr. Suyanto beserta jajarannya dengan menggunakan mobil. Perjalanan tersebut, memakan waktu selama 10 jam dari Jakarta menuju Surabaya. Selain itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan bahwa semua bantuan itu dapat meringankan beban warganya.

“Ini bisa membantu meringankan beban warga Surabaya. Saya selalu mencoba memberikan semangat kepada mereka,” jelasnya.

Ia pun yakin bahwa bantuan-bantuan ini adalah salah satu cara Tuhan menjawab doa Wali Kota Risma beserta jajarannya. Sebab, setiap tengah malam Presiden UCLG Aspac ini mengajak para stafnya untuk berdoa bersama di rumah masing-masing, sehingga ia pun mengaku kaget saat mendengar BIN akan memberi bantuan lagi.

“Ternyata Tuhan mendengar doa kami. Terus terang saya kaget BIN memberi bantuan lagi. Saya bersyukur sekali,” ungkap Risma.

Nantinya, masker-masker itu akan langsung dibagi-bagikan kepada warga Kota Surabaya. Apalagi, dia mengaku setiap pagi berkeliling ke pasar-pasar untuk membagikan masker sekitar 200 masker setiap hari. Bahkan, ketika ada satu wilayah yang terkonfirmasi Covid-19, maka akan dibagi-bagikan masker di wilayah itu, dan juga akan dilakukan rapid test serta swab test.

“Jadi kalau kita SOP-nya setiap ada yang positif di daerah itu, kami membagi-bagikan masker. Ini akan sangat membantu kami. Kalau biasanya 200 masker, ini bisa lebih. Warga sebetulnya sangat antusias ketika diberikan masker itu, sehingga ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Dr. Suyanto mengatakan, bantuan ini adalah bantuan kemanusiaan dari BIN kepada Pemkot Surabaya. Bantuan berupa masker nonmedis ini dinilai efektif digunakan oleh masyarakat dibandingkan menggunakan masker medis, karena dapat digunakan berulang kali dan dicuci kembali.

"Memang yang paling efektif untuk warga adalah masker nonmedis, bukan yang medis, karena tidak sekali pakai, kalau ini bisa dicuci,” imbuhnya.

Ia berharap, bantuan yang disalurkan ini dapat membantu pemerintah kota agar kondisi cepat pulih kembali. Karena menurutnya, Wali Kota Surabaya sangat besar perhatiannya kepada warganya. (ian/zar)