Pemkot Surabaya Kembali Terima Bantuan Ribuan APD dari Kemenkes

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Senin, 01 Juni 2020 20:43 WIB

Sekretaris Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Muhammad Budi Hidayat beserta jajaran usai menyerahkan bantuan di Balai Kota Surabaya, Senin (01/6). foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemkot Surabaya kembali menerima bantuan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Ikhsan, beserta Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita di Balai Kota Surabaya, Senin (01/6).

Feny-sapaan Febria Rachmanita menyatakan bahwa bantuan dari Kemenkes tersebut terdiri dari baju hazmat berjumlah 20.040 serta 10.000 masker KN95. Namun demikian, Kemenkes sebelumnya juga telah memberikan bantuan kepada Pemkot Surabaya berupa reagen PCR (Polymerase Chain Reaction) dan Kit berjumlah 4.000, serta 15 ribu APD.

Feny yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini mengaku akan langsung memanfaatkan bantuan tersbut untuk percepatan penanganan Covid-19 di Surabaya. Selain itu, bantuan ini juga didistribusikan untuk rumah sakit rujukan dan non rujukan, serta beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

“Bantuan ini intinya untuk (penanganan Covid-19) di Kota Surabaya. Kemarin juga ada 15 ribu bantuan (APD) dari Kemenkes untuk distribusinya ke beberapa rumah sakit rujukan maupun non rujukan, puskesmas, dan beberapa faskes,” akunya.

Sekretaris Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Muhammad Budi Hidayat mengatakan, bantuan untuk Pemkot Surabaya ini bertujuan untuk percepatan penanganan kasus Covid-19 yang ada di Kota Pahlawan.

"Hari ini ada bantuan dari Kemenkes dalam rangka percepatan penanganan kasus Covid-19 yang ada di Surabaya. Alhamdulillah, ini akan digunakan untuk Kota Surabaya dan jajarannya, mudah-mudahan ini bisa membantu," kata dr. Muhammad Budi.

Bahkan, ia memastikan ke depan akan terus memberikan perhatian untuk Kota Surabaya. Jika ke depan Surabaya masih membutuhkan bantuan serupa, tidak menutup kemungkinan Kemenkes akan kembali mengirim.

"Nanti kita lihat dari situasi yang ada nanti, kita lihat apakah perlu ada lagi (bantuan), tergantung situasi," pungkasnya. (ian/rev)