Dua Pemudik Asal Trenggalek Dinyatakan Positif Covid-19

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Minggu, 31 Mei 2020 09:43 WIB

Bupati Arifin saat mengumumkan pasien ke-8 dan 9 dari Smart Center Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin kembali mengumumkan adanya penambahan 2 pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Trenggalek.

"Kami mengumumkan tambahan 2 pasien terkonfirmasi positif (Covid 19), tepatnya di Desa Sukosari Kecamatan Trenggalek dan di Desa Ngulungkulon Kecamatan Munjungan," kata Arifin melalui virtual conference dari smart center, Sabtu (30/5) malam. Dengan demikian, total ada 9 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Trenggalek.

Untuk pasien ke-8 adalah seseorang berjenis kelamin laki-laki (47) asal Desa Sukosari Kecamatan Trenggalek. Sementara pasien ke-9 adalah wanita (17) asal Desa Ngulungkulon Kecamatan Munjungan.

Arifin mengungkapkan, pasien ke-8 merupakan seorang karyawan di salah satu perusahaan di Kota Sidoarjo. Pada 14 Mei, ia pulang ke rumahnya di Desa Sukosari. Saat itu, pasien langsung diminta menjalani isolasi mandiri selama 14 hari meski tidak memiliki keluhan apapun.

Tiga hari kemudian, tepatnya 17 Mei, ia sempat mendatangi toko swalayan di Desa Dawuhan dan bertemu dengan istri pemilik toko untuk melakukan transaksi. Selang sehari, 18 Mei, pasien mulai mengalami batuk.

Selanjutnya, pasien menjalani rapid test pertama dengan hasil nonreaktif. Seminggu kemudian, pasien dilakukan rapid test yang kedua dengan hasil reaktif, dan selanjutnya dilanjutkan dengan tes swab yang dinyatakan positif Covid-19.

Adapun pasien ke-9 merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Kota Surabaya. Dia pulang ke Trenggalek dengan menggunakan travel dari KKecamatan Panggul, pada 21 Mei.

Pada tanggal 23 Mei, pasien menjalani rapid test di Puskesmas Munjungan setelah melapor ke pihak desa, dan hasilnya reaktif. Selanjutnya pada 26 Mei pasien menjalani swab dan tiga hari hasilnya keluar, dinyatakan positif Covid-19.

"Pasien 01 hingga 09 tidak ada transmisi lokal. Hal ini diperkuat oleh spesimen rapid test yang melibatkan hampir 2.000 orang. Sasaran rapid ada di tiga titik, yakni klaster Industri, pasar, dan pemudik," terang Arifin.

"Di Kabupaten Trenggalek, risiko terbesar Covid-19 adalah dari pemudik yang masuk ke Kabupaten Trenggalek," kata Arifin. (man/rev)