Para Kontak Erat Pasien Positif Covid-19 asal Kediri Menjalani Rapid Test Pagi ini

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Sabtu, 30 Mei 2020 15:21 WIB

Warga saat menjalani rapid test. (foto: ist).

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 66 Warga Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menjalani rapid test pagi ini, Sabtu (30/5/2020). Mereka adalah kontak erat dari 6 orang pasien warga Kelurahan Tempurejo yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 25 Mei 2020 lalu yang kini dirawat di RS Kilisuci.

"Rapid test dilakukan terhadap orang yang menurut hasil tracing merupakan kontak erat dari pasien konfirmasi positif. Nanti dari hasil rapid test kalau hasilnya ada yang reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan swab," kata dr. Fauzan Adima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

Menurut Fauzan, hasil rapid test ini tidak akan diumumkan secara terbuka untuk menghindari adanya stigma di masyarakat. "Kepada orang yang hasil rapid test-nya reaktif, tidak usah down terlebih dahulu karena belum tentu positif Covid-19 dan perlu dibuktikan lebih lanjut dengan pemeriksaan swab (PCR)," pesannya.

Dalam hal pelaksanaan, rapid test sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Dimulai dari pukul 07.00 WIB, berakhir pukul 9.30 WIB.

"Pelaksanaan rapid test diadakan di dua posko. Di sini (dekat Kelurahan Tempurejo) dan posko dekat pom bensin. Rapid test dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Ngletih," kata Suminarto, Lurah Tempurejo.

Sejauh ini, sejumlah 10 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Kelurahan Tempurejo. Pertama, ada 4 pasien yang terpapar, selanjutnya bertambah 6 pasien lagi yang juga terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tracing.

Menurut Suminarto, sejumlah 40 orang peserta rapid test ini merupakan kontak erat dari salah satu pasien positif Covid-19 berkategori OTG (Orang Tanpa Gejala) yang ternyata sangat supel bergaul.

"Ini anak muda. Sebelum hasil swab keluar, dia kan beredar bertemu banyak teman. Sangat gaul. Makanya kontak eratnya jadi banyak," terang Suminarto.

Kali ini, isolasi mandiri tahap kedua mulai dilaksanakan sejak 25 Mei 2020. Isolasi mandiri pertama, dilakukan karena adanya 4 pasien positif pada tanggal 13 Mei 2020 yang kini sudah selesai. Sejumlah 5 RT di Kelurahan Tempurejo yang melakukan isolasi mandiri, yaitu RT 11 dan RT 7 sejumlah 32 KK, RT 2 sejumlah 24 KK, RT 3 sejumlah 1 KK, dan RT 5 sejumlah 22 KK.

Selama masa isolasi mandiri, bantuan dari Pemkot Kediri dan Si Jamal akan diberikan kepada warga terdampak yang kebanyakan memang buruh harian. Ketika tidak bekerja, maka tidak ada pemasukan sama sekali.

"Selain itu, ada juga donasi dari warga sekitar yang punya rezeki berlebih. RT setempat aktif bergerak untuk mengumpulkan donasi khususnya bagi keluarga yang anggota keluarganya banyak, sehingga sembako cepat habis," pungkas Suminarto. (uji/zar)