Kasus Terus Bertambah, Gugus Tugas Covid-19 Kediri Berharap Warga Ketat Terapkan Protokol Kesehatan

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Rabu, 27 Mei 2020 19:21 WIB

Ilustrasi.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Perkembangan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah di Kabupaten Kediri. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri menyebutkan bahwa per hari ini (Rabu, 27/5), terdapat 16 tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Tambahan 16 kasus terkonfirmasi di Kabupaten Kediri itu terdiri dari, 1 kasus Klaster Desa Kedawung, 1 orang warga Desa Kedawung Kecamatan Mojo isolasi mandiri, 4 kasus Klaster Pondok Pesantren Temboro, serta 2 orang warga Desa Parang Kec. Banyakan isolasi mandiri.

Kemudian 1 orang warga Desa Maron Kec. Banyakan isolasi mandiri, 1 orang warga Desa Mukuh Kec. Kayen Kidul isolasi mandiri, 1 kasus klaster Surabaya, 1 orang warga Desa Sukorejo Kec. Gurah isolasi mandiri, serta 2 kasus klaster Maspion Surabaya.

Lalu 2 orang warga Desa Langenharo Kec. Plemahan isolasi mandiri, 1 kasus Klaster Desa Kedak, 1 orang warga Desa Kedak Kec. Semen isolasi mandiri, 3 kasus Klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung, serta 1 orang warga Desa Puhrubuh Kec. Semen isolasi di rumah karantina desa. 

Ditambah 1 orang warga Desa Puhsarang Kec. Semen isolasi di rumah karantina desa, 1 orang warga Desa Bobang Kec. Semen isolasi di rumah karantina desa, 1 kasus klaster Araya, 1 orang warga Desa Keniten Kec. Mojo, dirawat di RS Gambiran, serta 1 kasus klaster Kalimantan.

Juga 1 orang warga Desa Puncu Kec. Puncu isolasi di rumah karantina desa, 2 kasus klaster Baru, 1 orang warga Desa Pagung Kec. Semen dirawat di RS Gambiran, 1 orang warga Desa Rembangkepuh Kec. Ngadiluwih dirawat di RS Gambiran.

"Dengan tambahan 16 kasus, saat ini terdapat 96 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Ahmad Chotib, dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan, Rabu malam.

Menurut dr. Chotib, dari 96 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Kediri, sebagian besar berasal dari daerah lain (imported case). Di mana dari kasus tersebut berakibat pada terjadinya beberapa transmisi lokal, dengan rincian sebagai berikut:

1. Klaster Araya : 2 orang

2. Klaster Jakarta : 2 orang

3. Klaster Kalimantan : 1 orang

4. Klaster Maspion Sidoarjo : 3 orang

5. Klaster Sampoerna : 1 orang

6. Klaster Pelatihan Haji : 5 orang

7. Klaster Pabrik Rokok Mustika : 34 orang

8. Klaster Pondok Pesantren Temboro : 6 orang

9. Klaster Surabaya : 4 orang

10. Klaster Desa Ngadiluwih : 2 orang

11. Klaster Desa Kwadungan : 4 orang

12. Klaster Desa Kambingan : 5 orang

13. Klaster Desa Toyoresmi : 5 orang

14. Klaster Desa Bobang : 3 orang

15. Klaster Desa Kedawung : 2 orang

16. Klaster Desa Kedak : 3 orang

17. Klaster Baru : 14 orang

"Dengan belum menurunnya jumlah kasus di Kabupaten Kediri, kami mengharapkan masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker dan menjaga kesehatan," harapnya.

"Kami berharap seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah penularan Covid-19 ini dan senantiasa berdoa agar pandemi ini segera berakhir," pungkasnya. (uji/ian)