Kesal Jalan Dipasangi Polisi Tidur, Warga RT 9 RW 4 Lawangan Daya Balas Blokir Akses Gunakan Batu

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Senin, 04 Mei 2020 21:24 WIB

Jalan yang ditutup oleh warga, karena kesal dengan adanya polisi tidur yang dipasang oleh salah satu pemilik rumah.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Polisi tidur yang dipasang oleh salah satu berimbas penutupan jalan di RT 9 RW 4, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Senin (04/05/20).

Penutupan jalan tersebut dilakukan warga karena kesal dengan ulah Pa'ong, salah satu warga yang memasang polisi tidur di jalan depan rumahnya. Polisi tidur itu dinilai warga mengganggu lalu lintas.

Pa’ong, warga RT 9 RW 4 saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya yang memasang polisi tidur tersebut. Namun, ia juga menyayangkan aksi warga yang memblokade jalan menggunakan tumpukan batu.

"Saya bersedia dilakukan mediasi dengan warga. Kalau memang polisi tidur yang hanya di pinggir jalan tersebut sangat mengganggu, saya siap bongkar. Akibat peristiwa ini, istri dan anak kami mengalami trauma," ungkap Pa'ong.

Di sisi lain, Syamsul selaku RT 9 RW 4 menjelaskan kronologi terjadinya penutupan jalan tersebut. Awalnya, ia mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada polisi tidur yang diduga dipasang oleh Pa'ong. Polisi tidur mengakibatkan kendaraan warga yang melintas di jalan tersebut sering tersangkut.

"Mendapatkan laporan tersebut, saya meminta saudara Pa'ong membongkar polisi tidur tersebut. Sebab biar pun hanya di tepi jalan, namun banyak yang merasa terganggu," ujarnya.

Syamsul mengaku pihaknya juga sudah mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyelesaikan masalah ini.

"Namun pihak Pa'ong belum juga membongkar polisi tidur tersebut sehingga terjadi penutupan jalan dengan batu oleh warga," ungkap Samsul.

Misjayan, Lurah Lawangan Daya saat dihubungi mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya permasalahan tersebut.

”Kami tadi sudah mencoba melakukan mediasi, namun sayang yang datang hanya pihak dari saudara Pa’ong, sedangkan dari warga tidak bisa datang dengan alasan masih bekerja," ungkapnya.

Sampai saat ini, pihak warga dengan Pa'ong belum menemui kata sepakat, sehingga akses jalan tersebut masih tidak bisa dilalui. (err/rev)