Terus Meluas, Positif Covid-19 di Jatim Bertambah 49 Kasus

Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Jumat, 03 April 2020 21:44 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di gedung negara Grahadi Surabaya, Jumat (3/4). foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Update perkembangan penanganan Covid-19 di Jatim pada Jumat (3/4) mencatat rekor yang cukup mencengangkan. Untuk kali pertama, sejak 18 Maret lalu, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim berhasil mengalahkan atau melampaui penambahan jumlah kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim bertambah sebanyak 49 orang dibanding hari kemarin, sehingga total jumlah orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim berjumlah sebanyak 152 orang.

“Kemarin 103, sekarang jadi 152. Ada penambahan 49 orang yang terkonfirmasi positif. Dari 49 tambahan itu, yang banyak ada di Surabaya 33 orang, Lamongan 10 orang, Sidoarjo 3 orang, Kediri 2 orang, dan Gresik 1 orang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di gedung negara Grahadi Surabaya, Jumat (3/4).

Menurut Khofifah, ditemukannya kasus positif Covid-19 di Lamongan menjadikan kabupaten itu berstatus zona merah karena sudah terjangkit.

“Dari 10 orang yang terkonfirmasi positif itu, 8 di antaranya merupakan hasil tracing petugas haji yang ikut diklat IPHI di Asrama Haji Surabaya,” bebernya.

Kendati demikian, pihaknya bersyukur, sebab terdapat 6 orang yang terkonversi negatif atau sudah sembuh, yakni 3 orang dari Surabaya dan 3 lainnya dari Magetan.

“Total jumlah pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh berjumlah 28 orang atau 18,4 persen. Sedangkan yang meninggal dunia berjumlah 11 orang atau 7,23 persen,” jelas Ketum PP Muslimat NU ini.

Sementara untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), lanjut Gubernur Jatim bertambah 31 orang dari yang semua berjumlah 989 orang menjadi 717 orang.

Kemudian untuk kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) bertambah 1.040 orang dari yang semula berjumlah 8.395 orang menjadi 9.435 orang.

“Dari data yang tersaji ini, kita minta agar seluruh masyarakat mematuhi anjuran pemerintah, yaitu tinggal di rumah dan hanya keluar rumah untuk sesuatu yang sangat urgen, sering-sering mencuci tangan dengan sabun, dan berjemur di jam 9-10 pagi, supaya ada imunitas tubuh yang bisa kita tambahkan dari vitamin D yang kita dapat dari sinar matahari,” pinta orang nomor satu di Pemprov Jatim.

Senada, ketua gugus kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi menambahkan bahwa proses kenaikan kasus sebaran Covid-19 di Jatim masih akan terus berlangsung. Karena itu, physical distancing sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 di Jatim, terlihat bahwa jumlah kabupaten/kota di Jatim yang masuk zona merah (terjangkit) juga terus bertambah. Jika kemarin masih berjumlah 20 daerah, sekarang bertambah menjadi 21 daerah karena Kabupaten Lamongan hari ini sudah masuk zona merah.

Bahkan Kabupaten Lamongan juga cukup mengagetkan karena langsung masuk peringkat lima besar kasus positif Covid-19. Peringkat pertama masih diduduki Kota Surabaya dengan 77 kasus, disusul Kabupaten Sidoarjo 14 kasus, Kabupaten Lamongan 10 kasus, Kabupaten Magetan 9 kasus, dan Kabupaten Situbondo 6 kasus. (mdr/rev)