Kunjungi Pabrik Pembuatan APD di Probolinggo, Gubernur Khofifah Minta Kuota Harian untuk Jatim

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Andi Sirajudin
Rabu, 01 April 2020 19:25 WIB

Pabrik garmen yang saat ini memproduksi APD di PT. Putrateja Sempurna, Jalan Brantas Kota Probolinggo. Pabrik ini mampu memproduksi 1 juta potong APD tiap bulannya.

JAWA TIMUR, BANGSAONLINE.com - Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pabrik garmen yang saat ini memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) di PT. Putrateja Sempurna di Jalan Brantas Kota Probolinggo, Rabu (1/4).

Gubenur Khofifah didampingi Direktur Utama RSUD dr Soetomo Joni Wahyudi, Kepala Disperindag Jatim, dan beberapa rombongan Kepala OPD Pemprov Jatim. Kedatangan Gubenur Jatim, untuk memastikan kebutuhan APD yang saat ini menjadi alat kebutuhan vital bagi tenaga medis, tercukupi untuk seluruh daerah di Jawa Timur.

Di PT. Putrateja Sampurna, rombongan Gubenur disambut langsung Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, Wawali HMS Subri, Kapolres AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim, dan Kepala Kejaksaan.

"Alhamdulillah, kemarin pak wali menyampaikan informasi ini. Saya datang untuk memastikan produksi APD yang saat ini menjadi kebutuhan semua negara dan juga di Jawa Timur," ujar Khofifah usai melihat-lihat pembuatan APD di PT. Putrateja Sempurna.

Bahkan dikatakan Khofifah, pabrik garmen tersebut dapat memproduksi sebanyak 1 juta piece atau potong dalam tiap bulannya.

"Artinya, kalau satu bulan 1 juta, sesungguhnya kalau ini bisa digunakan untuk Jawa Timur nantinya saya minta kuota. Sama seperti ketika saya juga datang ke pabrik masker, saya minta kouta harian. Kenapa harian, karena kita minta butuh segera," tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim membutuhkan kuota produksi sebanyak 1 juta unit APD setiap bulan. APD itu didistribusikan untuk tenaga medis, paramedik, dan beberapa petugas lain yang berada di garda terdepan, dalam menangani virus Covid-19.

Produksi dan ketersediaan APD di Jatim, sebut Khofifah, selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat. Sebab, selain di Jatim, kebutuhan masker dan APD juga diperlukan oleh daerah lainnya.

"Nanti kita report kepada Pemerintah Pusat. Apa yang didapatkan dari produk pabrik ini agar terkonfirmasi. Apalagi, bahan baku pabrik ini masih cukup selama 3 bulan ke depan," tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, untuk satu pasien yang dirawat oleh tenaga medis membutuhkan 23 APD. "Seperti di RSUD dr. Soetomo, ada 11 pasien. Jadi, kita bisa diperkirakan berapa kebutuhan APD-nya. Rumah sakit yang dalam koordinasi pemprov itu kira-kira membutuhkan 3.200 kalau kita estimasi piece-nya sehari. Tentunya, kita butuhkan garansi, paling tidak kebutuhan APD terpenuhi. Tak boleh, kita hari ini cari, besok kita cari lagi," terangnya.

Sementara, Owner PT. Putrateja Sempurna, Supriono mengatakan bahwa pabrik germen miliknya saat ini fokus untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan pesanan langsung dari Pemerintah Pusat.

"Satu bulan, kita bisa produksi 1 juta potong APD, set dan juga masker. Untuk 3 bulan 3 juta, bisa kita selesaikan. Untuk fashion, kita edukasi dulu para karyawan, karena kita mementingkan kepentingan nasional dulu," ujar Supriono.

Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, pihaknya akan terus men-support seluruh pabrik fashion atau garmen yang ada di Kota Probolinggo untuk ikut abdil dalam berbuat untuk negara.

"Kita juga berharap agar seluruh pabrik yang di sini juga ikut membantu masyarakat. Saat ini ada forum CSR yang kita perintahkan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang saat ini dalam kondisi terpukul dengan mewabahnya virus Crona atau Covid 19 ini," ujar wali kota dalam kesempatan yang lain. (ndi/rev)