​Anggaran Penanganan Covid-19 di Tuban Tembus Rp 15 Miliar

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Rabu, 01 April 2020 00:50 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Tuban saat konferensi pers terkait Penanganan Covid-19 di Gedung Pemkab.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Tuban terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah setempat. Dalam upaya penanganan Covid-19 tersebut, Pemkab Tuban menggelontorkan anggaran senilai Rp 15 miliar.

Hal itu diutarakan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein usai pemberangkatan tim penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum dan jalan protokol, Selasa (31/3).

"Pemkab Tuban telah melakukan refocusing anggaran dan menyiapkan dana awal mencapai Rp 15 miliar untuk penanganan Covid-19 ini," ujar wabup.

Total anggaran tersebut masih bisa berubah, menyesuaikan kondisi yang ada. Jumlah anggaran yang terkumpul dari berbagai sumber dan akan dialihkan sesuai dengan skema keuangan dan regulasi yang berlaku. Seluruhnya dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan dalam penanganan Covid-19.

"Sampai saat ini, dana yang telah terpakai sebanyak Rp 1,5 miliar," imbuhnya.

Wabup mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mengakses informasi. Informasi yang dikumpulkan harus bersumber dari media yang valid dan menyeluruh. Tujuannya, agar tidak menimbulkan keresahan dan menekan penyebaran berita tidak benar.

Sementara itu, Bupati Tuban, H. Fathul Huda menyampaikan, penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tuban. Selain di pusat kota, penyemprotan juga dilakukan di tingkat kecamatan dan desa secara periodik.

"Penyemprotan menjadi stimulan bagi masyarakat untuk memperhatikan lingkungan masing-masing, untuk menjaga kebersihan, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan rutin cuci tangan menggunakan sabun," tuturnya.

Bupati dua periode itu menyayangkan, masih adanya masyarakat yang belum mematuhi imbauan Pemkab Tuban terkait physical distancing atau jaga jarak. Beberapa warga masih nekad berkumpul di warung atau membuat kerumunan.

"Tindakan itu dapat meningkatkan kontak yang seharusnya dihindari pada masa pandemi seperti ini. Bersikap tenang dan peduli lingkungan, harus diimbangi dengan menaati aturan," tutupnya. (gun/ian)