Dewan Desak Pemkot Malang Alihkan Anggaran Proyek MCC Rp 125 M untuk Penanganan Covid-19

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Senin, 30 Maret 2020 21:06 WIB

Lintas Komisi DPRD Kota Malang saat menggelar rapat terkait anggaran penanganan Covid-19 di Kota Malang, Senin (30/03). foto: IWAN IRAWAN/HARIAN BANGSA

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - DPRD Kota Malang mendesak Pemkot secepatnya mengalihkan anggaran Malang Creative Center (MCC) sebesar Rp 125 miliar, untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Desakan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Komisi D dan komisi lainnya. Menurut Ketua Komisi D Achmad Wanedi, pengalihan anggaran itu penting karena saat ini Covid-19 telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional non alam.

Selain itu, ia yakin proyek MCC tidak akan terselesaikan dikarenakan mepetnya waktu. "Tidak memungkinkan untuk mengerjakannya dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan dengan anggaran sebesar Rp 125 miliar sistem satu tahun anggaran," tegas Wanedi.

"Daripada jadi SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran) nantinya, kami bersepakat anggaran tersebut agar dialihkan (realokasi) ke penanganan Covid-19. Apalagi kondisi saat ini, Pemkot Malang membutuhkan banyak anggaran," tandasnya.

Selain itu, lanjut Wanedi, sesuai surat edaran Menteri Keuangan, kepala daerah juga diimbau untuk merealokasi anggaran pembangunan yang dinilai tidak mendesak.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, kebutuhan jaminan pengamanan sosial (JPS) warga lebih penting. Apalagi, saat ini saat ini sudah diterapkan Physical maupun Social Distancing, serta work from home (WFH).

"Mau gak mau pemerintah harus hadir sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan. Salah satunya mengeluarkan kebijakan bantuan JPS," bebernya.

Ia menilai, anggaran darurat yang disiapkan Pemkot sebesar Rp 37,5 miliar tidak akan cukup apabila harus menyiapkan JPS bagi warga. "Belum lagi terpotong anggaran pengadaan belanja alat kesehatan Rp 9,9 miliar," cetusnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Trio Agus P mengingatkan Pemkot, agar tidak sampai ada warga yang terdampak kebijakan physical dan social distancing. "Kemarahan masyarakat nantinya akan berdampak kepada sosial ekonomi yang lebih mengkhawatirkan," ujar Trio Agus.

Oleh karena itu, ia mendesak pemkot secepatnya merealokasi anggaran proyek MCC ke penanganan Covid-19. "Semuanya tidak boleh sampai terlambat untuk penanganannya. Manakala anggaran penanganan Covid-19 sudah ok dan ready, Kami berkeyakinan meski ada kebijakan ala lockdown, masyarakat tidak akan resah gelisah," pungkasnya. (iwa/thu/rev)