Stok APD Minim, Petugas Medis Puskesmas di Kota Malang Gunakan Jas Hujan Plastik

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Minggu, 29 Maret 2020 19:52 WIB

Petugas medis salah satu Puskesmas menggunakan jas hujan plastik lantaran stok APD yang dimiliki Dinkes Kota Malang terbatas. foto: ist.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono menyayangkan kurangnya alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis yang saat ini sedang berjuang menangani wabah Covid-19, khususnya di tingkat Puskesmas.

Ia mengaku mendapat laporan, bahwa para petugas medis harus menggunakan jas hujan plastik saat bertugas. "Kami sangat sedih sekali melihat kondisi seperti itu. Petugas medis diperintahkan perang melawan Covid-19, tapi tidak dilengkapi APD memadai," tegas Trio Agus, Minggu (29/03).

Menurutnya, penggunaan APD yang tidak standar membuat petugas justru rawan terinfeksi Covid-19. Karena itu, ia berharap kondisi ini segera dicarikan solusinya. "Kami khawatir pasiennya sembuh, sebaliknya petugas medisnya gantian terinfeksi," tandasnya.

Agus menilai, langkah Pemkot Malang lamban dalam menangani masalah ini. "Kami menyarankan kepada eksekutif segera belanja APD, jangan sampai kesannya menunda-nunda. Mengingat anggaran sebesar Rp 37,3 miliar untuk penanganan Covid sudah tersedia," ujarnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkot Malang M. Nurwidianto saat dikonfirmasi mengaku sudah mendengar apa yang dikeluhkan oleh petugas medis di lapangan. Menurutnya, kekurangan APD juga dialami berbagai daerah lainnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Malang telah berupaya melakukan pengadaan alkes dengan anggaran sebesar Rp 9,9 miliar dari total Rp 37,3 miliar yang disiapkan.

"Di mana pun pembeliannya, kami akan berupaya mendapatkannya. Mengingat bukan hanya Kota Malang saja yang membutuhkannya, tapi banyak kota dan Kabupaten lainnya. Akan tetapi, mekanisme pengadaannya tetap harus sesuai protap (lelang). Harapan kami, secepatnya bisa terkondisikan alkes tersebut," pungkasnya. (iwa/thu/rev)