Positif Covid-19 di Jatim 77 Orang, Kota Kediri Wilayah Baru Zona Merah

Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Sabtu, 28 Maret 2020 21:58 WIB

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan pers.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Jumlah positif Covid-19 di Jawa Timur hari Sabtu (28/3) bertambah 11 orang. Dari 66 orang kemarin, hari ini menjadi 77 orang. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Untuk PDP dari 267 menjadi 307 dan ODP dari 3.055 menjadi 4.568,” jelas Gubernur Khofifah dalam konferensi pers penanganan Covid-19 di Jatim di Gedung Negara Grahadi.

“Jadi ada satu lagi wilayah yang masuk zona merah, yakni Kota Kediri karena sudah ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19,” paparnya.

Khofifah menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga sudah memberikan bantuan sebanyak 2.600 reagen PCR (Polymerase Chain Reaction) pendeteksi virus corona SARS-CoV-2 pada Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya.

Reagen ini menjadi bahan penting untuk bisa memberikan konfirmasi deteksi virus corona jenis SARS-CoV-2 dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) dari pengambilan spesimen seseorang yang diambil dari tes swab.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada Ketua ITD Unair Surabaya Prof dr Maria Lucia Inge Lusida SpMK MKes PhD di Gedung Negara Grahadi.

“Sejauh ini deteksi yang memberikan konfirmasi dengan presisi tinggi terkait infeksi virus corona adalah menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Sampai saat ini Reagen nya harus impor. Dan kami mengupayakan agar penyediaan reagen ini jangan sampai kurang, maka hari ini kami memberikan bantuan sebanyak 2.600 untuk ITD Unair yang sudah ditunjuk pemerintah sebagai tempat untuk pengujian PCR,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengimbau agar masyarakat yang sudah terkonfirmasi berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk tak ragu meminta rujukan pelaksanaan swab dan PCR.

Masyarakat yang sudah berstatus PDP diharapkan tak menghawatirkan masalah biaya. Sebab jika hasil tesnya positif, biaya tes akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan jika hasilnya negatif, biaya tesnya akan ditanggung oleh pemerintah provinsi.

Di sisi lain, bantuan sebanyak 2.600 reagen untuk deteksi SARS-CoV-2 ini diapresiasi oleh Ketua ITD Unair Surabaya Prof dr Maria Lucia Inge Lusida SpMK MKes PhD. Secara khusus Inge mengucapkan terima kasih pada Pemprov Jatim yang telah membantu penyediaan reagen PCR untuk ITD Unair.

“Teknik PCR ini bisa medeteksi virus SARS-CoV-2 secara lebih dini dan sensitif, sehingga kita bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan dan langkah penanganan apa yang akan dilakukan,” terang Inge.

Sejak wabah virus corona ini merebak, ITD sudah melakukan pemeriksaan pada 1.000 sampel. Ia berharap dengan adanya bantuan ini bisa memberikan ketersediaan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan untuk dilakukan tes PCR. (mdr/rev)