Lawan Covid-19, Wali Kota Risma Ajak Warga Ikut Jaga Fasilitas Publik

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Jumat, 27 Maret 2020 22:39 WIB

Wali Kota Risma di sela kesibukannya di dapur umum Covid-19, Taman Surya, Balai Kota Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak kepada seluruh warga Kota Pahlawan untuk bersama-sama melawan penyebaran Covid-19. Salah satunya yakni dengan menjaga kebersihan dan kesehatan.

Risma mengatakan, saat ini lebih dari 634 wastafel portable yang dilengkapi sabun dan tisu telah terpasang di berbagai titik Kota Surabaya. Selain itu, lebih dari 60 bilik sterilisasi disinfektan juga terpasang di berbagai kantor pelayanan publik dan fasilitas umum.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar turut serta menjaga fasilitas tersebut. “Kami mohon bantuan Bapak - Ibu kalau mengetahui jika sabun, tisu, atau air disinfektan habis dan tidak keluar semprotan airnya, maka kami mohon Bapak Ibu agar melapor ke 112. Kami mohon bantuan dan kerja samanya,” kata Risma di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Jum’at (27/03).

Ia memastikan, bahwa layanan command center 112 ini bersifat gratis atau tidak dipungut biaya sepersen pun. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan layanan 112 tersebut. Namun begitu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf karena petugas di lapangan saat ini juga diminimalisir untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Petugas kami sebagian besar harus dikurangi untuk menjaga jarak. Karena itu, saya mengajak semuanya agar turut serta saling menjaga jarak lebih dari satu meter. Dengan pertimbangan bahwa lebih dari satu meter, maka kuman atau virus akan mati, sehingga kita tidak mudah saling menulari,” katanya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini pun kembali mengajak seluruh warga Kota Pahlawan agar turut serta membantu pemerintah dalam upaya preventif melawan penyebaran Covid-19. Masyarakat bisa membantu Pemkot Surabaya dengan cara melaporkan ke 112 jika menemukan wastafel portable atau bilik disinfektan yang tidak berfungsi.

“Mohon maaf kami atas ketidakyamanan ini, karena kami juga sibuk melakukan penyemprotan. Kemudian ada beberapa petugas yang harus menyiapkan makanan dan minuman yang membuat badan kita lebih fit yang akan kita bagi ke masyarakat dan petugas,” pungkasnya. (ian/rev)