Pasar Sepi, Bawang Bombai Turun Harga

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Agus Salimullah
Senin, 23 Maret 2020 18:08 WIB

Gara-gara pasar sepi, harga bawang bombai di pasaran turun harga.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Harga bawang bombai di pasaran yang selama ini meroket, lambat laun mulai turun. Saat ini harga bawang bombai di Pasar Besar Kota Batu sudah mencapai Rp 400 ribu per 10 kilogram dan Rp 700 ribu per 15 kilogram. Sebelumnya, ukuran 10 kilogram Rp 900 ribu dan ukuran 15 kilogram Rp 1,2 juta.

"Benar mas, harga bawang bombai saat ini sudah turun. Ini karena pasar semakin sepi akibat maraknya virus corona. Banyak warga yang enggan ke pasar," ujar Panji, salah seorang agen bawang bombai di Pasar Besar Kota Batu, Senin (23/3).

Menurutnya, secara umum harga bombai belum normal. Biasanya untuk harga yang kecil berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 280 ribu untuk ukuran 15 kg. Demikian juga dengan yang ukuran besar sekitar Rp 300 ribu untuk ukuran 20 kilogram. Namun, saat ini, ukuran besar belum ada di pasaran.

Disinggung kebijakan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang membebaskan persetujuan impor bawang bombai dan bawang putih, Panji mengaku senang karena nantinya bisa mengatasi kelangkaan bawang bombai, sehingga harga bisa normal kembali.

"Tentu saja senang, mas. Mudah-mudahan harga bombai kembali normal dan pembeli bisa ramai lagi," harapnya.

Seperti diberitakan, mengingat terbatasnya stok bawang putih dan bawang bombai, Kementerian Perdagangan mengambil kebijakan pembebasan impor bawang putih dan bawang bombai. Namun, kebijakan ini tidak berlangsung lama, hanya hingga 31 Mei 2020.

Sementara itu, Sodikin, staf UPT Pasar Besar Batu mengungkapkan, sejak semakin maraknya penyebaran Covid-19 di Jatim, khususnya di Malang Raya, jumlah pengunjung pasar mengalami penurunan drastis hingga 60 persen.

"Ya, sejak pertengahan Maret ini jumlah pengunjung Pasar Besar Kota Batu turun sekitar 60 persen. Mungkin banyak masyarakat yang berusaha menghindari kerumunan, mas," ungkapnya saat dikonfirmasi. (asa/rev)