Pemkab Pacitan Tutup 9 Obyek Wisata di Pacitan, dari Pantai Klayar Sampai Banyuanget

Editor: .
Sabtu, 21 Maret 2020 19:37 WIB

Pantai Klayar, Pacitan. foto: travelingan.net

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan resmi menutup sebanyak 9 obyek wisata di Pacitan yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) setempat, mulai Senin (23/3) mendatang.

Kebijakan tersebut menyusul keputusan Gugus Tugas Peningkatan Kewaspadaan terhadap COVID-19. "Mulai hari Senin besok, pariwisata di Pacitan untuk sementara waktu tidak menerima kunjungan wisatawan," kata Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3).

Penutupan tersebut, direncanakan sampai akhir Maret 2020. “Sampai tanggal 30 maret, masa inkubasi Virus pertama,” ujar mantan legislator Partai Demokrat (PD) ini.

Secara khusus, Wabup Yudi berharap Pacitan bisa terhindar dari pandemik COVID-19, seiring dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan Pemkab melalui Gugus Tugas COVID-19. “Semoga Pacitan terhindar dari pandemi Corona virus,” harapnya.

Adapun obyek wisata yang ditutup tersebut adalah Pantai Buyutan di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pantai Klayar di Desa Sendang Kecamatan Donorojo.

Kemudian Pantai Watukarung di Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku, Pantai Srau di Desa Candi Kecamatan Pringkuku, Pantai Taman di Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Pantai Pancer Door di Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan, Goa Tabuhan di Desa Wareng Kecamatan Punung, dan Pemandian Banyuanget Tirto Husodo di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari.

Khusus untuk Gua Gong yang terletak di Desa Bomo Kecamatan Punung, mulai dilakukan penutupan wisata mulai Sabtu (21/3). Hal itu setelah Gugus Tugas COVID-19 berkeliling lokasi, termasuk Gua Gong yang akhirnya mulai ditutup per Sabtu ini.

Langkah penutupan obyek wisata ini juga dilakukan pengelola obyek wisata Beiji Park, yang terletak di Dusun Beji, Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku. Penutupan obyek wisata yang pengelolaannya di bawah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds ini mulai dilakukan pada Rabu (18/3) lalu.