Sterilkan Gedung, DPRD Kota Batu Batasi Kunker Luar Daerah

Editor: .
Wartawan: Agus Salimullah
Kamis, 19 Maret 2020 11:41 WIB

Salah satu staf saat memeriksa suhu tubuh Nurochman, Wakil Ketua DPRD Kota Batu di pintu masuk kantor.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan gedung wakil rakyat, pimpinan DPRD Kota Batu memutuskan untuk membatasi semua kunjungan kerja (kunker) dari luar daerah, terutama dari wilayah yang masuk kategori rawan seperti Jakarta, Solo Jawa Tengah, termasuk dari Surabaya. Hal itu dilakukan guna mensterilkan gedung dewan dari penyebaran virus corona.

"Selain membatasi kunker luar daerah, DPRD Kota Batu juga membatasi sekitar 70 persen aktivitas, baik di dalam daerah maupun keluar daerah. Termasuk rencana kunjungan kerja dan sidak lapangan. Kecuali sidak oleh komisi-komisi di dewan masih bisa dilakukan asalkan tidak mengundang banyak orang. Atau sidak bisa diganti dengan melakukan hearing, yakni memanggil instansi terkait ke dewan sesuai sektor yang akan disidak," ujar Asmadi SP, Ketua DPRD Kota Batu, Kamis (19/3).

Selain itu, setiap tamu yang datang, termasuk pimpinan dan anggota dewan juga dilakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk, dan wajib menggunakan cairan hand sanitizer yang sudah disiapkan.

"Jika kita temukan ada tamu atau anggota dewan yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat, maka kita rekomendasikan untuk diperiksakan ke dokter," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan H. Nur Ali, anggota Komisi B. Menurutnya, agenda kunjungan kerja ke Yogyakarta dan Bantul terpaksa di-pending akibat merebaknya corona. Selain itu, agenda forum legislatif Malang Raya yang rencananya akan digelar di Kota Batu juga dibatalkan.

"Untuk sidak yang akan kami gelar di minggu keempat bulan ini jadi dilakukan apa tidak, masih nunggu perkembangan," ujar politikus PKB ini.

Ketua Komisi C, Khamim Tohari membenarkan jika semua agenda kunjungan kerja ke luar kota telah di-pending. Menurutnya, anggota dewan tidak mau mengambil risiko terkait penyebaran virus corona.

"Kami tidak berani untuk berangkat," ungkapnya. (asa)