Kenang Kiprah Aktivis Lintas Zaman, DPP Garda Pemuda Nasdem Gelar Tahlil 40 Hari KH Ahmad Bagja

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Minggu, 15 Maret 2020 20:59 WIB

Wakil Ketua Bidang OKK Partai Nasdem Jawa Timur Nico Ainul (pegang mic) saat memberikan sambutan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mengenang sosok almarhum KH Ahmad Bagja, tidak bisa terlepas dari kiprahnya sebagai aktivis mahasiswa di eranya pada tahun 1970-an. Ia adalah sosok visioner yang menginspirasi.

"Semangat dan ketulusannya dalam memegang prinsip perjuangan merupakan teladan yang layak diadopsi dalam gerakan kepemudaan kini dan akan datang," ucap Sekjen DPP Garda Pemuda Nasdem Moh Haerul Amri di acara "Mengenang 40 Hari Wafatnya KH Ahmad Subagja" di RM Agis Surabaya, Ahad (15/3).

Di acara tahlil yang digagas DPP Garda Pemuda Nasdem ini, Gus Aam, sapaan Moh Haerul Amri mengatakan bahwa acara tersebut didekasikan tidak hanya untuk para pemuda dan kader-kader Nasdem saja. Namun, untuk seluruh pemuda yang sebagian besar hidupnya dihibahkan untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

"Garda Pemuda Nasdem hanya bertindak sebagai fasiitator dan mediator untuk pemuda Indonesia, khususnya Jawa Timur. Agar mengambil sisi baiknya terhadap nilai-nilaiperjuangan yang dilakukan Ahmad Bagja di masa hidupnya," ucap mantan Ketua PMII Jombang ini.

Wakil Ketua Bidang OKK Partai Nasdem Jawa Timur Nico Ainul Yakin menambahkan, Ahmad Bagja adalah senior para aktivis yang memiliki segudang pengalaman. Ia berproses dari bawah menjadi seorang aktivis mahasiswa yang konsisten dan berani di saat kampus mengalami proses "pengebirian politik" pada dekade tahun 1970-an.

"Almarhum Bagja bukan hanya senior bagi kader-kader PMII. Namun juga senior bagi seluruh generasi muda, khususnya pemuda yang berhimpun di semua OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda)," pungkas Cak Nico, sapaan akrab Ketua PMII Jawa Timur periode 1994-1996 ini.

Ketokohannya diterima di semua kalangan, baik ketika menjadi aktivis kampus maupun saat menjadi Ketua Umum PB PMII hingga Sekjen PBNU di era Gus Dur.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh senior Kelompok Cipayung, yakni KH Prof Dr Ali Maschan Musa (PMII), Choirul Anam (Ansor), M Nabil (HMI), Antonius Sumitomo (PMKRI), Daniel Rohi (GMKI), dan DIdik Prasetyo (GMNI).

Mereka (Kelompok Cipayung) ini diajak tahlil dan doa bersama sekaligus memberikan testimoni tentang keteladanan dan ketokohan almarhum Ahmad Bagja sebagai aktivis lintas zaman dan lintas generasi. (ian/rev)