​Wali Kota Batu Tandatangani Kerja Sama Pembangunan Malang Raya

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Agus Salimullah
Jumat, 06 Maret 2020 09:43 WIB

Tiga kepala daerah di Malang Raya menunjukkan dokumen kerja sama.

BATU, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Batu menggelar pertemuan tiga kepala daerah di wilayah Malang raya yang bertajuk Sinergitas Malang Raya Maju Bersama, bertempat di depan lobi utama Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (5/3/2020) malam.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerja sama pembangunan daerah di wilayah Malang Raya. Hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, Wali Kota Malang H. Sutiaji, Wakil Wali Kota Batu Ir. H. Punjul Santoso, Kepala Bakorwil III Malang Drs. Syaichul Ghulam, Danrem 083/ Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin, Forkompimda se-Malang Raya, Sekretaris Daerah se-Malang Raya, beserta Kepala OPD se-Malang Raya, para kesatuan komandan (Dandohar, Danpoltekad, Danlanal, Danlanud), Rektor ITN prof Muktamar, Rektor Unmer. Prof Anwar Sanusi, Kepala OJK, Kepala BI Malang Askha dan Kepala KPP Kota Malang, serta instansi vertikal se-Malang Raya.

Acara dimulai dengan pemberian santunan anak yatim oleh Wali Kota Batu, Wali Kota Malang, dan Sekda Kab. Malang. Kemudian dilanjutkan acara utama penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerja sama pembangunan daerah di wilayah Malang Raya.

Wali Kota Batu dalam sambutannya mengatakan, acara sinergitas Malang Raya ini sudah telat lama karena faktor kesibukan masing-masing kepala daerah.

"Nantinya pak Bupati bisa menyambungkan jalibar yang sudah hampir sambung ke Kota Malang yaitu di daerah Dau, sehingga kemacetan bisa terurai kalau orang-orang dari Blitar dan Malang mau ke Kota Batu," tutur dia.

Dewanti juga mohon doa karena ada beberapa proyek besar di Kota Batu akan segera dibangun, yakni pembangunan pasar besar pada tahun 2021 yang mendapat bantuan dari APBN sebesar Rp 200 miliar yang dibangun di atas tanah 4 hektare dan termasuk pasar yang terluas. Tahun ini syarat-syarat administrasi dan penyiapan lahan sudah harus selesai dan tahun 2021 mulai pembangunnya.

Proyek besar yang kedua adalah kereta gantung, yang sudah dapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur dan Menteri Perhubungan karena pembiayaan pembangunan kereta gantung ini melibatkan inventasi masyarakat Kota Batu.

"Tinggal menyiapkan regulasinya yang tidak mudah, karena baru pertama kalinya kereta gantung akan ada di sebuah kota, bukan di tempat wisata. Mudah-mudahan sinergitas Malang Raya ini menjadi sesuatu contoh sinergitas sangat luar biasa bagi kota-kota yang lainnya," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji dalam sambutannya mengatakan, proses yang dilakukan tiga wilayah ini demi mendesain dan merancang Malang Raya maju bersama.

"Di mana ahli komunikasi menyatakan bahwa komunikasi yang baik itu adalah saling mengintip antara obyek dan subyeknya dalam hal mengintip apa kekuatan dan tidak pernah memandang bahwa teman kita tidak ada dalam sebuah komunikasi ini adalah kompetitor yang kesemuanya adalah potensi. Kota Malang tidak mungkin ada kalau tidak ada Kota Batu, dan Kota Batu tidak mungkin ada kalau tidak ada Kabupaten Malang dan itu ditunjukan dalam salam satu jiwa arema," katanya.

"Kota Malang masih bergantung dengan Kota Batu dan Kabupaten  Malang terkait masalah air. Tapi bahwa inilah yang harus disambungkan. Karena mau tidak mau kita harus maju bersama," ungkapnya.

Sebelum dilakukan penandatangan kerja sama, terlebih dahulu Asisten Administrasi Umum Kota Batu Chairul Syarif Tartila Asisten membacakan nota kesepakatan bersama antara Pemkab Malang dengan Pemkot Malang dan Pemkot Batu tentang kerja sama pembangunan di wilayah Malang Raya.

Semua kepala daerah di wilayah Malang Raya sepakat untuk membuat kesepakatan bersama tentang perjanjian kerja sama pembangunan daerah di wilayah Malang raya. Ini dimaksudkan untuk menyinergikan program perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan daerah antara Pemkab Malang, Pemkot Malang, dan Pemkot Batu melalui kerja sama daerah.

Tujuan kesepakatan bersama ini adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya secara berkelanjutan serta pemberian pelayanan dasar masyarakat secara efektif dan efisien guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (asa/ns)