Atasi Kelangkaan dan Malambungnya Harga Masker, ini yang akan Dilakukan Wali Kota Malang

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Rabu, 04 Maret 2020 21:54 WIB

Wali Kota Malang Sutiaji saat berbincang dengan Agus Hariyanto, Distributor Masker Medilab Oro-Oro Dowo Klojen Kota Malang, Rabu (04/03). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sri Winarni melakukan sidak ke apotek maupun distributor masker untuk mengecek persediaan masker dan hand sanitizer, Rabu (04/03).

"Besok pagi, yakni Kamis (05/03) sekitar pukul 10.00. Kami segera melakukan pertemuan bersama pemilik apotek dan distributor dalam rangka memastikan keberadaan masker dan hand sanitizer di apotik dan di distributor, kenapa kok sampai terjadi kelangkaan?," ujarnya.

Terpantau saat ini, dari 26 apotek, hanya satu atau dua yang masih menyediakan masker. "Itu pun terpantau hanya tersisa beberapa kotak kecil saja. Apotek lainnya malah sudah lama kosong," tuturnya.

"Kami merasakan kekhawatiran masyakarat dalam mengantisipasi atau mencegah penyebaran virus Corona, sehingga penggunaan maskernya berlebihan," tandasnya.

Untuk itu, Sutiaji mengimbau masyarakat tak panik berlebihan menyikapi virus corona. "Penggunaan masker diperuntukkan pada tiga kategori. Yakni, tim medis, pasien lagi sakit, dan kepada keluarga pasien yang menjaga pasien lagi sakit," cetusnya.

Meski demikian, Sutiaji memastikan tidak ada penimbunan masker di Kota Malang.

Salah satu distributor masker yang disidak Wali Kota Malang adalah Medilab di Jalan Brigjend Slamet Riadi, Kelurahan Oro - Oro Dowo, Klojen. Agus Heriyanto, pemilik Medilab, mengaku beberapa terakhir ini hanya bisa menjual secara eceran karena terbatasnya stok.

"Distributor di Malang sepertinya mengalami hal yang sama, tidak bisa melayani penjualan masker," jawab Agus, Rabu (04/03).

Di sisi lain, Ketua Tim Penanganan Siaga Corona di RS Saiful Anwar Malang dr. Didie Chandra K memastikan di Kota Malang belum ada pasien corona. "Delapan orang pasien yang kemarin disangkakan terjangkit virus Corona, semuanya negatif atau bebas virus Corona," ucap dr Didie. 

"Adanya informasi meninggalnya pasien di RSSA karena virus Corona merupakan berita hoax, dan kami minta masyarakat tidak termakan berita hoax. Terpenting, lakukan pola hidup sehat dan bersih," tambah dr Didie. (iwa/thu/rev)