Punya 4 Rumah, Pengemis Kaya Asal Kediri ini Diamankan di Jombang

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Sabtu, 22 Februari 2020 18:32 WIB

Ngatmini saat diamankan petugas Satpol PP Jombang. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ngatmini (80), seorang pengemis kaya asal Desa Wonoayu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Jombang.

Dirinya terjaring razia bersama sejumlah pengemis lainnya saat sedang melakukan aktivitasnya di depan Masjid Agung Baitul Mukminin, yang berada di Alun-alun Kota Jombang, Jum’at (21/2) malam.

Kabid Ketertiban Umum dan Sumber Daya Aparatur Satpol PP Jombang, Haris Aminuddin mengatakan, Ngatmini tergolong orang berekonomi cukup. Hal itu terungkap ketika anggotanya mengantarkan Nenek pengemis tersebut pulang ke rumahnya di Kediri.

“Di desanya, nenek ini menempati rumah yang cukup besar dengan perabotan yang lengkap dan kategori menengah ke atas. Bangunan rumahnya tinggi besar dengan lantai keramik,” ucapnya saat ditanya wartawan, Sabtu (22/02/20).

Informasi yang didapat anggota Satpol PP saat mengantarkan pulang, lanjut Haris, nenek pengemis ini memiliki empat rumah yang berlokasi di desa tempat tinggalnya. Namun, sang nenek tidak mengakuinya.

“Dari keterangan tetangga si nenek, ia mempunyai empat rumah berukuran besar. Namun diakui oleh Ngatmini sebagai rumah milik keponakannya,” terangnya.

Bahkan, masih menurut Haris, informasinya nenek kelahiran 1940 ini merupakan salah satu warga terkaya di desanya. Kekayaan Ngatmini ini diduga merupakan hasil dari mengemis setiap hari. Namun sayang, saat dimintai keterangan, ia tak mau mengaku soal pendapatannya dari mengemis di jalan.

“Ngatmini merupakan wajah lama yang kerap terlihat mengemis di Kota Santri. Panghasilan mengemis tidak mau mengaku. Yang jelas tadi malam umplungnya (kaleng untuk mengemis) penuh. Kebetulan anggota semalam tidak menghitung uangnya,” tuturnya.

Petugas Satpol PP Kabupaten Jombang mengancam akan menindak tegas memasukkan Ngatmini ke panti jika mengetahui dirinya mengemis lagi di kota santri ini. “Kalau ketangkap lagi, kami kirim ke panti,” pungkas Haris. (aan/rev)