Hakim Tipikor Nyatakan Penerima Korupsi BPPKAD Gresik Bisa Terseret

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Syuhud
Sabtu, 15 Februari 2020 10:41 WIB

Sejumlah saksi dihadirkan dalam sidang korupsi BPPKAD dengan terdakwa Sekda Andhy Hendro Wijaya di PN Tipikor Surabaya. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ada fakta menarik yang disampaikan Majelis Hakim PN Tipikor Surabaya dalam sidang perkara korupsi di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dengan terdakwa Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya, Jumat (14/2) kemarin.

Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan yang memimpin sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mengungkapkan, dari BAP dan keterangan saksi, bahwa penerima aliran hasil korupsi hasil pemotongan insentif pajak pegawai di BPPKAD itu lebih dari 36 orang.

Mereka mulai pimpinan, pejabat eselon II, II, IV, sopir, THL, security, hingga office boy (OB). Di antara para penerima adalah, tenaga harian lepas (THL) dan security di lingkup BPPKAD Gresik.

Kemudian, ajudan Bupati, Wabup, Sekda, Sekretaris Pribadi (sekpri) Bupati, Wabup, Sekda, sopir Bupati, Wabup, dan Sekda. Selanjutnya, Sekpri bupati, wabup, sekda, dan OB (office boy) bupati, wabup, sekda.

Selain itu, Asisten I, II dan III Sekda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kabag Hukum, dan Kasubag Hukum.

Hakim mengungkapkan, bahwa para penerima bisa terseret semua dalam kasus korupsi di BPPKAD. "Kalau kena dan terseret semua bisa geger Gresik," kata Majelis Hakim I Wayan Sosiawan.

Sidang kemudian dilanjutkan pada Senin (17/2), minggu depan. (hud/ns)