Utusan Unicef Kunjungi SD Al-Kautsar Kota Pasuruan, Tinjau Langsung Penerapan Program Inklusi

Editor: Abdurrahman Ubaidah
Rabu, 12 Februari 2020 10:32 WIB

Arie Lukmantara, Ketua Perwakilan Unicef Wilayah Jawa didampingi Kepala Sekolah SD Al-Kautsar, Suyatmo.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Unicef (United Nations Children’s Fund) melakukan kunjungan ke SD Al-Kautsar, Kota Pasuruan. Kunjungan ini dalam rangka melihat langsung sekolah yang telah menerapkan inklusi (anak berkebutuhan khusus) sejak tahun 2013.

Kedatangan utusan Unicef di sekolah yang menjadi favorit warga Kota Pasuruan itu, langsung disambut dengan penampilan para siswa SD Al-Kautsar, seperti atraksi drum band, beladiri tapak suci, pendidikan jasmani adaptif, tampilan gamelan, dan aksi murid dengan robotik anak-anak inklusi.

“SD Al-Kaustar merupakan sekolah yang pertama kali mengadakan inklusi jauh sebelum akhirnya pemerintah ramai meluncurkan program inklusi. Dan sekolah ini menjadi rujukan nasional. Selain itu, prestasi siswanya juga sudah membanggakan dan inilah yang saya harapkan semoga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah di seluruh Indonesia,” ujar Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan Unicef untuk Jawa kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, Arie berharap sejumlah prestasi sekolah yang sudah menerapkan program inklusi ini bisa terus dikembangkan dan tetap dipertahankan. Bahkan, ia juga memastikan keberhasilan inklusi harus diperhatikan dan ditunjang bagaimana mengelola kelas dan ruangan yang baik bagi anak-anak inklusi.

“Kami akan terus dukung kebutuhan SD Al-Kautsar dan sekolah lain terkait inklusi. Kita akan promosikan SD Al Kautsar menjadi contoh di Indonesia, bahkan dunia. Dan keberhasilan program ini, harus ada penambahan kapasitas dari guru pendamping, tentang metode dan asesmen,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Al-Kautsar Suyatmo menyambut baik keinginan pihak Unicef untuk bersinergi dengan sekolah yang ia pimpin ini. “Di sekolah kami tidak ada perlakuan khusus atau memilah anak-anak inklusi dan siswa biasa dalam satu kelas. Namun mereka kita masukkan ke kelas reguler,” pungkasnya. (afa/dur)