Pemerintah Pusat Siapkan Rp 568 Miliar untuk Fungsikan Kali Mati

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Senin, 10 Februari 2020 21:52 WIB

Sejumlah bangunan tampak berdiri di sempadan Kalimati yang rencananya akan dinormalisasi dan dimanfaatkan kembali sebagai aliran sungai. foto: Tribunnews

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Upaya Pemkab Pasuruan mengatasi persoalan banjir akibat luapan dari sungai Wrati yang melanda wilayah Kecamatan Gempol, Kecamatan Beji, dan sebagian wilayah Bangil, mulai ada titik terang. Ini setelah BBWS yang memiliki kewenangan penanganan sungai Wrati akhirnya menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Menurut Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Ir. Misbah Zunib, Senin (10/2), pemanfaatan kali mati direspons Pemerintah melalui keluarnya Perpres RI no 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan (Gerbangkertasusila), Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

"Dalam perpres tersebut, pemerintah pada tahun 2021 akan melakukan normalisasi Bangil Tak dengan anggaran Rp 568 miliar rupiah. Untuk proses lelang semuanya dilakukan oleh pusat, daerah hanya menerima manfaat saja," jelasnya.

Jika program ini bisa terwujud, lanjut Misbah, maka konsekuensinya akan ada relokasi bangunan yang berdiri di sempadan sungai. Baik itu rumah penduduk, sarana ibadah, maupun lembaga pendidikan.

Data yang dimiliki BANGSAONLINE.com menyebutkan, ada ratusan rumah penduduk serta fasilitas umum yang rencana akan dilakukan relokasi. Seperti sekolah, masjid, makam, jalan desa yang tersebar di dua kecamatan, dengan rincian Kecamatan Gempol ada 97 KK, Kecamatan Beji 464 KK, SD 1 unit, Masjid 3 unit, jalan desa 6 titik, dan TPQ 3 unit.

Untuk diketahui, kali mati yang memiliki panjang 12 Km akan difungsikan kembali sebagai sungai. Pasalnya, banjir yang kerap melanda wilayah Beji dan sekitarnya dikarenakan sungai Wrati tidak mampu menampung debit air saat hujan tiba. (bib/par/rev)