Atasi Permasalahan Stunting dan Lansia, Kesehatan dan Kesejahteraan Harus Seimbang

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muhammad Hatta
Jumat, 07 Februari 2020 16:58 WIB

dr. Cholis Abrori, Pakar Kesehatan sekaligus dosen di Universitas Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kesehatan dan kesejahteraan perlu keseimbangan. Demikian disampaikan dipotret oleh dr. Cholis Abrori, Pakar Kesehatan sekaligus dosen di Universitas Jember menyikapi perihal kasus stunting dan penanganan terhadap lansia di Kabupaten Jember.

Untuk dua masalah itu, ia meminta tidak hanya diperhatikan dari sisi pemberian bantuan saja. Melainkan, perlu adanya edukasi dan sinergitas antara stakeholder terkait, ataupun antara pemerintahan provinsi dengan daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus kesehatannya.

"Persoalan kesehatan di Jember ini, terlebih lagi soal stunting dan penanganan terhadap lansia, kaitannya tentang kesejahteraan," kata dr. Cholis saat dikonfirmasi bangsaonline.com, Jumat (7/2/2020) sore.

Menurutnya, pemberian informasi dan perhatian khusus dalam bentuk edukasi, perlu ditekankan. "Bahkan kalau perlu sinergitas dengan lembaga tertentu. Misalnya dengan kami di Fakultas Kedokteran Unej. Di mana kita ada tenaga dan teknologi yang siap bersinergi untuk mengatasi persoalan kesehatan. Baik itu identifikasi, ataupun juga meneliti berbagai persoalan mengenai kesehatan," katanya.

Selain itu, antara pemerintah daerah dan provinsi, juga harusnya bisa saling berkomunikasi baik. "Pemerintah provinsi dengan program kesehatannya yang menyoroti soal bayi ataupun lansia, diteruskan ke bawah, yang kemudian ditindaklanjuti baik untuk diperhatikan. Utamanya soal kesejahteraan," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Unej.

"Jika kesejahteraan sudah diperhatikan, soal kesehatan stunting terutama kaitannya tentang perhatian terhadap gizi pada balita, juga bisa ditingkatkan dan diperbaiki," tuturnya.

"Untuk lansia juga, tidak hanya pemberian bantuan, sembako ataupun juga untuk terkait persoalan umum lainnya. Tapi bagaimana kesehatannya diperhatikan, dan saat usia tua bagaimana menjaga kondisi kesehatan (dalam bentuk edukasi) itu yang utama. Sehingga nantinya akan lebih tepat sasaran, mengenai penanganan kesehatan yang juga berkaitan dengan soal kesejahteraan," jelasnya. (ata/yud/rev)