BPBD, Damkar, dan FPBI Beri Pelatihan Kebencanaan Pelajar MAN 4 Baureno

Editor: Tim
Wartawan: Eky Nurhadi
Sabtu, 18 Januari 2020 21:53 WIB

Siswa-siswi MAN 4 Baureno Bojoneoro saat mendapat edukasi kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan tim Damkar serta Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI). foto: hadi/ bangsaonline.com

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bersama tim Damkar dan Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa-siswi MAN 4 Baureno.

Selain memberikan materi tentang kebencanaan, tim gabungan juga melakukan simulasi penanganan bencana kebakaran yang diperagakan oleh siswa-siswi.

Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki dasar dan tanggap cepat saat menghadapi situasi terjadinya bencana seperti kekeringan, kebakaran, banjir bandang dan banjir luapan air Sungai Bengawan Solo.

Para siswa diajak mengeksplorasi lebih dalam mengenai terjadinya kebakaran, banjir, dan angin kencang hingga dampak yang ditimbulkan. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman langkah-langkah yang harus diambil ketika terjadi bencana.

"Kegiatan ini merupakan inisiasi dari pihak sekolahan sendiri. Kita sebagai fasilitator selalu siap berbagi ilmu kepada para siswa, dan kami sangat mengapresiasi keinginan pelatihan tanggap bencana ini," ujar Yusuf Ismail staf Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Bojonegoro, Sabtu (18/01/20) siang.

Lanjut dia, BPBD selalu siap apabila sekolahan lainnya, hingga instansi pemerintahan, dan kelompok masyarakat ingin mendapatkan materi kebencanaan.

"Kami mendorong setiap desa, khususnya desa-desa yang berada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo terbentuk Destana (Desa Tangguh Bencana). Karena apabila terjadi bencana di desa tersebut, tim Destana sudah siap dan sigap melakukan penanganan, baru tim BPBD akan mem-back up apabila diperlukan personel tambahan," katanya.

Para siswa yang mendapat materi kebencanaan tersebut diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Yusuf juga berharap 30 peserta siswa MAN 4 ini menjadi pelopor tanggap bencana di sekolahnya. "Setelah pelatihan harus dibentuk pengurus, dan terus dilanjutkan sampai mereka lulus nanti, karena ini penting," ucapnya.

Silfia, salah satu siswi sangat senang mengikuti materi-materi kebencanaan dan penanganannya. Selain itu ia juga semangat mengikuti simulasi penanganan kebakaran.

"Ikut mendirikan tenda dan masak juga, walaupun cuacanya sangat panas tetapi menyenangkan dan sangat bagus materi kebencanaan hari ini," katanya menambahkan. (nur)