Diduga Gelapkan Mobil, Oknum Perangkat Desa di Kediri Dilaporkan ke Polisi

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Jumat, 17 Januari 2020 23:04 WIB

mam Mohklas, S.H., M.H. selaku Tim Kuasa Hukum Moh. Motho'in dan Yunita Rafika Sari, S.H. sedang menunjukan bukti laporan dari polisi. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Moh Mutho’in, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kediri, terpaksa melapor ke polisi, setelah dua mobilnya diduga digelapkan oleh HDC, seorang perangkat desa yang meminjam mobilnya.

Warga Dusun Winongsari Kulon, Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri tersebut didampingi oleh kuasa hukumnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota, guna melaporkan oknum perangkat desa berinisial HDC, warga Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. HDC dilaporkan atas perkara dugaan penipuan dan penggelapan, Jumat (17/1/2020).

Imam Mohklas, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Kuasa Hukum pelapor menjelaskan, bahwa HDC telah melakukan tindak pidana penggelapan 2 unit mobil milik Moh. Motho'in, kliennya. Menurut Imam Mohklas, sebenarnya ada 4 unit mobil, namun yang dilaporkan ke polisi 2 unit mobil, yaitu satu mobil Xenia warna hitam, dan yang kedua Xenia warna silver.

Imam mengungkapkan kronologi dugaan penggelapan itu. Awalnya HDC (terlapor) mendatangi kliennya bermaksud untuk menyewa kendaraan tersebut dengan kontrak bulanan seharga 2 sampai 3 juta rupiah. Awalnya tahun 2017 di bulan Desember berjalan baik, namun sempat tersendat hingga pada akhirnya sampai dengan bulan Juni 2019 tidak ada kejelasan.

"Bahkan kemarin disomasi oleh klien kami, juga tidak ada respons yang baik. Akhirnya kami menempuh upaya hukum dengan menyampaikan laporan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ini," terang Imam seraya mengayakan bahwa kerugian ditaksir seratus juta lebih, karena 2 unit mobil itu belum termasuk uang sewa yang terbayar sehabis masa sewa yang disepakati. (kdr1/rev)