Kondisi BUMDes Memprihatinkan, Dewan Kota Batu Minta Pemkot Buat Regulasi

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Agus Salimullah
Jumat, 17 Januari 2020 22:09 WIB

Arif Erwinadi, Pengelola Bumdes Rejo Mulyo Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Kurangnya pembinaan dari instansi terkait berkenaan dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membuat kondisi BUMDes di Kota Batu sangat memprihatinkan.

Rata-rata pengelola belum paham bagaimana mengelola BUMDes dengan baik. Tak ayal, banyak BUMDes yang pengelolaannya terhenti di tengah jalan.

“Benar, Mas. Rata-rata kondisi BUMDes di Kota Batu sangat memprihatinkan. Mereka selama ini tidak pernah mendapat pembinaan yang intensif dari dinas terkait," ujar Arif Erwinadi, Pengelola BUMDes Rejo Mulyo, Desa Tulungrejo, Bumiaji, Jumat (17/1).

Berdasarkan hasil pelatihan oleh Balai Diklat Keuangan Malang yang mengangkat tema tentang strategi meningkatkan kinerja BUMDes, bahwa pengurus BUMDes wajib dibekali oleh Dinas Pemberdayaan di Kabupaten dan Kota dengan beragam keilmuan. Antara lain, ilmu bisnis, keuangan, operasional, marketing, distribusi, komunikasi, IT, SDM, pariwisata, pertanian, dan peternakan.

“Saya berharap kepada dinas terkait agar pengelola BUMDes ini dibekali dengan ilmu-ilmu tersebut," jelas Arif Erwinadi.

Menurutnya, perlu adanya pendampingan yang intensif kepada pengurus BUMDes agar mereka tidak salah manajemen. Jika dibutuhkan, di Kota Batu perlu dibentuk asosiasi atau paguyuban BUMDes tingkat Kota Batu yang beranggotakan 19 desa.

Menanggapi kondisi BUMDes di Kota Batu yang memprihatinkan, Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Nurochman, S.H. meminta pemerintah daerah membuat regulasi, bisa Perda atau Perwali untuk memberdayakan BUMDes. Ia berahap, ke depannya BUMDes bisa dijadikan alat ukur terhadap implementasi visi desa berdaya dan kota berjaya.

“Ini seiring dengan alokasi anggaran dari pemerintah melalui program Dana Desa, sehingga arah kebijakannya bisa lebih konkret," ujar Nurochman yang juga Ketua DPC PKB Kota Batu.

Ia juga meminta agar Dana Desa tidak hanya difokuskan terhadap pembangunan fisik saja, namun juga diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi desa. (asa/ian)