PT BKMS: Proyek KEK JIIPE untuk Kemaslahatan Masyarakat

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Kamis, 16 Januari 2020 14:37 WIB

Kawasan JIIPE di Kecamatan Manyar. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai pengembang dan pengelola kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) berharap, masyarakat Kabupaten Gresik tidak salah memahami proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan JIIPE, Kecamatan Manyar.

Sebab, proyek tersebut untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat. Hal ini disampaikan Humas PT BKMS Mifti Haris kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (16/1).

Ia mengaku perlu meluruskan persepsi yang berbeda tentang KEK dalam Kawasan Industri JIIPE yang sedang dalam proses pengajuan ke Pemerintah. Sesuai dengan rencana jangkah panjang pemerintah, proyek ini dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional.

"Selama ini, ada kesalahpahaman di sebagian masyarakat tentang pengertian KEK. Sehingga, keberadaan KEK mereka nilai bakal mempersulit lapangan kerja. Padahal tidak demikian. Sesuai Undang-Undang No 29 tahun 2009, KEK adalah kawasan dengan batas tertentu. Dalam bingkai wilayah hukum NKRI, yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi ekonomi dan memperoleh fasilitas tertentu," jelasnya.

Ia menjabarkan, bahwa pengembangan KEK bertujuan untuk mempercepat pengembangan daerah dan sebagai modal terobosan dalam pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi. Karena di dalamnya terdapat industri, pariwisata, dan perdagangan di satu kawasan agar dapat mempercepat lapangan pekerjaan.

"Di KEK, pelaku usaha bisa mendirikan, menjalankan, dan mengembangkan usaha. Bahkan, untuk mendukung tumbuh kembangnya usaha di dalam KEK yang pada akhirnya akan diikuti dengan pertumbuhan ekonomi di sekitar KEK," terangnya.

Dia mengungkapkan alasan mengapa JIIPE layak ditetapkan sebagai KEK, karena diyakini membawa dampak yang sangat positif dan prospek untuk perkembangan usaha serta kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Apalagi jika JIIPE ditetapkan sebagai KEK teknologi, diharapkan dapat mengakomodasi SDM lokal untuk dapat bersaing dengan SDM global. Untuk menyiapkan SDM berkualitas, bisa dilakukan melalui vocational education (VE) di sejumlah institusi pendidikan dengan memasukkan kurikulum yang link and match dengan Industri yang ada," urainya.

"Yang terpenting lagi, KEK berbasis teknologi bakal membatasi masuknya low skilled labour, yang berasal dari luar negeri. Dengan demikian, berkembangnya industri komponen di Gresik dan sekitarnya akan lebih cepat. Sehingga akan menciptakan multipliar effect ke daerah sekitar," pungkasnya. (hud/rev)