Harga Meroket, Petani Cabai di Probolinggo Ramai-ramai Berangkat Umroh

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sugianto
Kamis, 16 Januari 2020 12:34 WIB

Para petani cabai di Probolinggo sedang panen. Mereka ketiban berkah dengan melonjaknya harga cabai.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meroketnya harga cabai di pasaran, membawa berkah bagi para petani cabai di Kota Probolinggo. Mereka berniat ramai-ramai melaksanakan ibadah umroh.

“Harganya sekarang memang mahal,” ujar Tihal, seorang petani cabai asal Kelurahan Kareng Lor, Kota Probolinggo, kepada wartawan, Kamis (16/1).

Dia menjelaskan, harga cabai sejak sepekan ini sebesar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu/kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu/kg. “Tidak tahu kenapa harga cabai kok tiba-tiba mahal,” katanya.

Ia menduga salah satu penyebab mahalnya harga cabai di pasaran, karena cuaca ekstrem di musim penghujan. Sehingga menyebabkan cabai banyak yang busuk.

Seorang petani lainnya, Ny. Ami mengatakan mahalnya harga cabai di pasaran membuat para petani banyak uang. Sehingga mereka kemudian memilih berangkat umroh.

“Petani yang panen cabai sekarang tentu banyak uangnya. Sebagian uangnya juga dibuat berangkat umroh,” tandasnya singkat. (prb1/rev)