​Pembangunan Desa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Senin, 30 Desember 2019 21:33 WIB

Ahmad Maududi, S.H., M.H., Akademisi UINSA Surabaya. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di era Presiden Joko Widodo, pembangunan desa menjadi prioritas dalam program pembangunan yang tertuang dalam Nawacita. Bahkan pemerintah mengalokasikan dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Ahmad Maududi, akademisi dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menilai desa mempunyai peran strategis dalam pembangunan. Bahkan pertumbuhan di desa akan berdampak langsung pada pertumbuhan di tingkat provinsi.

"Komitmen pemerintah untuk membangun dari desa dibuktikan dengan digelontorkannya dana desa yang nilainya hampir mencapai Rp 1 miliar per desa. Tinggal bagaimana kepala desa memanfaatkan fasilitas itu untuk membangun desanya, karena itu kepala desa harus visioner," tutur pria yang akrab disapa Gus Dodi ini, Senin (30/12).

Putra KH. Ali Maschan Moesa, tokoh NU asal Jatim itu mencontohkan pelantikan serentak kepala desa se-Kabupaten Pasuruan hari ini bisa menjadi momentum kebangkitan desa. Karena itu, ia berharap para kepala desa terpilih itu mempunyai visi untuk membangun desanya. Tentunya dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayahnya.

Untuk Kabupaten Pasuruan, Dodik menyebut Desa Pager yang masuk Kecamatan Purwosari punya potensi untuk berkembang. Desa yang berada di kaki gunung Arjuno ini memiliki pemandangan alam yang indah dengan udara yang masih bersih dan segar. Tentunya bisa dikembangkan untuk pengembangan wisata melalui BumDes.

"Saya kenal Pak Durajak, Kepala Desa Pager. Saya kira beliau bisa memajukan desanya. Apalagi selama pengelolaan dana desa dan pengembangan BUMDes sesuai ketentuan yang ditetapkan, kepala desa tak perlu takut menggunakan dana desa," ujar dosen hukum tersebut.

Kader muda Ansor ini melanjutkan, bonus demografi yang dimiliki oleh desa juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi desa melalui BUMDes. Dengan begitu ada pemberdayaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Dodi juga berharap para perangkat desa bekerja dengan baik dan bersinergi dengan masyarakat. Tentunya pembangunan di desa juga harus memperhatikan budaya lokal yang ada.

"Saya ucapkan selamat kepada para kepala desa yang baru dilantik. Saya berharap di tangan mereka, pembangunan desa berjalan lebih maju dan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi. Harapannya angka kemiskinan dan pengangguran di desa juga akan berkurang," pungkas Dodi. (mdr/ian)