​Mabuk, Dua Warga Krian Sidoarjo Curi Kucing Harga Jutaan, Kemudian Dijual Rp 100 Ribu

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Jumat, 06 Desember 2019 16:59 WIB

Kapolsek Wonoayu AKP Anak Agung sedang melakukan penyelidikan terhadap kedua tersangka.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Haris Fahmi (25) warga Desa Katerungan dan Mohammad Fauzi (23) warga Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, Sidoarjo diamankan polisi lantaran mencuri kucing jenis bengal milik warga Simo Angin-angin, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Kapolsek Wonoayu AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa mengatakan, dua pelaku tersebut berhasil ditangkap setelah diamankan warga sekitar yang memergoki aksinya. "Begitu ada laporan, petugas ke lokasi dan mengamankan tersangka," ucapnya, Jum'at (6/12).

AKP Agung menjelaskan, kucing ras bengal jenis rosetted yang dicuri milik Riandhika Kurniawan. Saat itu kucing dimasukkan ke dalam kandang besi dalam keadaan terkunci dan diletakkan di halaman rumah. Tak berselang lama, korban yang menonton TV mendengar ribut di luar rumah.

"Karena penasaran, korban keluar rumah dan melihat warga sekitar sambil melaporkan bahwa kucing milik korban dicuri orang. Kemudian ditengoklah kandang kucingnya di teras rumah dan ternyata tidak ada," katanya.

Korban kemudian mendatangi pos satpam. Di sana, ternyata sudah ada tersangka Fauzi yang diamankan satpam dan warga. Sementara dua tersangka di antaranya Fahmi dan satu tersangka DPO, kabur melarikan diri dan meninggalkan motornya. 

"Selang 30 menit, tersangka Fahmi kembali untuk mengambil motornya dan langsung ditangkap juga," terangnya.

Di hadapan petugas, kedua tersangka mengaku sudah beberapa kali mencuri kucing. Sebelum mencuri, para tersangka yang dalam keadaan mabuk miras, berputar-putar terlebih dahulu untuk mencari mangsa. Setelah dapat, kucing hasil curiannya ia jual kepada seseorang yang ingin membelinya.

Lucunya, kucing seharga jutaan rupiah tersebut, dijual seharga Rp 100 ribu. "Uangnya untuk pesta miras lagi. Kini masih kami lakukan pemeriksaan mendalam dan memburu keberadaan satu tersangka yang DPO," pungkas Agung. (cat/ian)