Cegah Stunting, Bupati Malang Canangkan Gerakan Serentak Minum TTD Bagi Remaja Putri

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Rabu, 04 Desember 2019 17:35 WIB

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi membuka acara pencanangan Gerakan Serentak Minum TTD di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri untuk Pencegahan Stunting dibuka Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (4/12).

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang menggagas kegiatan ini menghadirkan 235 peserta yang terdiri dari Perwakilan Polres Malang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Kepala Puskesmas lokus Stunting, serta pelajar SMP dan SMA.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari apa yang sudah dicapai dari menerima penghargaan dari pemerintah pusat hingga kunjungan Wakil Presiden beberapa waktu lalu, saat meninjau daerah di Kabupaten Malang terkait penanganan stunting.

Bupati berharap di tahun 2020 angka stunting bisa turun lagi minimal 50% dari tahun ini, jadi angkanya turun jauh dari standar nasional. Sehingga ke depan, angka stunting dapat semakin ditekan, dan generasi penerus Kabupaten Malang tumbuh sebagai generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

"Stunting merupakan masalah kompleks, bahkan dari sebelum di dalam kandungan pun harus dipersiapkan. Misalnya dengan meminum asupan gizi yang cukup, seperti minum tablet tambah darah yang tadi kita ikuti bersama kegiatannya. Saya apresiasi kegiatan semacam ini, mengingat pengetahuan mengenai kecukupan gizi bagi seorang remaja putri sangat penting, karena fase ini juga memegang peranan kunci tumbuhnya calon generasi penerus yang berkualitas. Untuk ibu hamil juga perlu karena apa yang dikonsumsi nanti akan berdampak kepada bayinya. Di situlah perlunya penerapan pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini. Semoga Tahun 2020 stunting bisa berkurang menuju kabupaten sehat," kata Sanusi.

"Program minum TTD ini merupakan upaya untuk menurunkan prevalensi anemia pada rematri untuk mencegah stunting. Sebenarnya intervensi kami yakni kepada rematri yang sehat dan tidak anemia, karena nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi calon ibu yang sehat dan melahirkan bayi sehat. Kemudian wanita usia subur (WUS) sebagai penentu kualitas SDM generasi berikutnya. Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku bagi tenaga kesehatan dan remaja serta meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi minum tablet tambah darah," ungkapnya," pungkasnya. (thu/rev)