242 Mobil Kuno Koleksi PPMKI Roadshow ke Malang, Ada Mobil Bekas Soekarno dan Panglima Sudirman

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Minggu, 24 November 2019 16:43 WIB

Hauwke saat foto dengan mobil kunonya, Dodge Brother lansiran 1928 buatan negara Amerika, di halaman Balai Kota Malang, Sabtu (23/11) malam. foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Pemilik dan penggemar mobil kuno yang tergabung dalam PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) melaksanakan bakti sosial di Kota Malang dan Batu. Acara tersebut berlangsung tiga hari, yakni sejak 22 hingga 24 November 2019.

Pembina PPMKI Hartawan Soerjodiningrat menjelaskan ada 242 mobil kuno mulai tahun produksi 1920 hingga 1950-an yang dihadirkan dalam amal bakti sosial kali ini, termasuk mobil kuno bekas Presiden RI Ir. Soekarno.

Menurut Hartawan, PPMKI mendapatkan mandat dari negara untuk merawat 23 mobil kuno bermacam tahun buatan dari beberapa negara seperti Amerika, Rusia, Jerman, maupun negara lainnya yang pernah menjadi bagian dari pejuang RI atau Presiden RI.

"Saya (Hartawan) pribadi merawat lima mobil kuno. Salah satunya mobil bekas Panglima Sudirman yang diturunkan ke Presiden RI Soekarno, yakni mobil Chrysler Windsor tahun 1947 produk Amerika," jelas Hauwke sapaan Hartawan Soerjodiningrat, Minggu (24/11).

Selain merawat Chrysler Windson, dirinya juga merawat mobil kuno Chaika tahun 1957 buatan negara Rusia. "Di samping itu, kami juga memiliki 90 lebih mobil kuno lainnya. Ada cerita dan kenangan sepanjang merawat mobil kuno selama 40 tahun lamanya," terang Hauwke.

Hauwke mengatakan, merawat mobil kuno itu gampang susah. Terpenting bisa memahami kekurangan dan kelebihan mobil yang akan dirawat tersebut. "Kami dalam merawat 100 mobil kuno selama 40 tahun menghabiskan biaya sekitar miliaran rupiah," bebernya.

"Saya pribadi sangat bangga dan memiliki kepuasan tersendiri bisa merawat mobil kuno. Terlebih lagi mobil kuno yang memiliki nilai sejarah dan pernah dipakai oleh orang nomor satu di negara tercinta ini. Di sisi lain, kami ingin memberikan edukasi dan melestarikan budaya kepada anak bangsa," tandasnya. (iwa/thu/rev)