​Kiai Asep Serahkan Wakaf Tanah Markas Besar Oelama (MBO) Jatim ke PBNU

Editor: MMA
Kamis, 14 November 2019 12:26 WIB

Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA menandantangani penyerahan tanah wakaf Markas Besar Oelama (MBO) Jawa Timur di Guest House Institut KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Rabu (13/11/2019). foto: BANGSAONLINE.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA menyerahkan wakaf tanah dan bangunan Markas Besar Oelama (MBO) Jawa Timur kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). MBO ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya para ulama NU yang berjuang dalam peperangan 10 November di Surabaya untuk mempertahakan kemerdekaan RI. Para ulama NU yang bermarkas di MBO itu dikomando KH A Wahab Hasbullah. 

Tanah dan bangunan berlokasi di Waru Sidoajo Jawa Timur itu diserahkan Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada PBNU lewat KH. Sholeh Hayat, salah seorang Pengurus Wilayah NU Jawa Timur di Guest House Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (13/11/2019). Saat penandatangan itu juga disaksikan Drs Fathurrohman, salah satu ketua PCNU Kota Surabaya dan M Mas'ud Adnan, Pemimpin Umum HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com yang kebetulan bersama Kiai Asep Saifuddin Chalim.

Ia menandangani sejumlah dokumen administrasi pengurusan pindah hak kepemilikan dari Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada PBNU.

“Tanah itu saya beli saat saat saya jadi Ketua PCNU Surabaya. Saat jadi ketua PCNU Surabaya, saya banyak sekali belanja aset NU yang saya beli dengan uang saya sendiri,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim yang dikenal sebagai ulama miliarder tapi dermawan kepada BANGSAONLINE.com saat menandatangani penyerahan aset tanah MBO Jawa Timur itu kepada PBNU.

“Waktu saya terpilih jadi Ketua PCNU Surabaya, PCNU kan gak punya aset. Mesin ketik aja gak punya, karena gak tahu dibawa ke mana oleh pengurus sebelumnya. Akhirnya saya belikan banyak mesin ketik elektronik, termasuk MWC-MWC NU juga saya belikan dengan uang pribadi,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto yang memiliki 10.000 santri lebih itu.

Nah, di antaranya, Kiai Asep juga menyelamatkan tanah dan bangunan MBO Jawa Timur yang bersejarah,  yang dulu jadi markas pejuangan para kiai NU Jawa Timur untuk kemerdekaan RI. Menurut Kiai Asep, berkas tanah MPO Jawa Timur itu sebenarnya sudah lama diserahkan kepada PBNU. Tapi karena penyimpanan dokumen di PBNU kurang rapi, akhirnya hilang. Karena itu, ia menandatangani lagi dokumen ke notaris untuk pemindahan hak milik itu ke PBNU.

“Kalau orang lain mungkin gini ini minta uang. Dulu waktu saya jadi ketua PCNU Surabaya pernah saya minta tandatangan seperti ini. Orangnya minta Rp 300 juta. Ya saya kasih. Kalau saya untuk apa,” kata Kiai Asep yang putra salah satu kiai pendiri NU KH Abdul Chalim Leuwiunding Majalengka Cirebon Jawa Barat itu.

Untuk pemindahan hak milik MBO Jawa Timur itu, ia bersama istrinya menandatangani sejumlah dokumen sebagai persyaratan administrasi ke notaris untuk pengalihan hak milik kepada PBNU. “Tapi istri saya minta baca dulu surat pernyataan itu, karena takut surat pernyataan saya nikah lagi. Setelah baca, baru istri saya mau tandatangani,” kata Ketua Umum Pergunu itu sembari tertawa.

Sholeh Hayat juga mengakui, berkas pemindahan hak milik dari Kiai Asep ke PBNU sudah pernah dilakukan dan sudah lengkap. Tapi berkas dan dokumen itu hilang di PBNU karena pemyimpanan admministrasi di PBNU masih belum rapi dan tertib. Karena itu ia menemui kembali Kiai Asep untuk menandatangani sejumlah dokumen persyaratan ke notaris.

“Rencananya tanggal 16 November, MBO Jawa Timur itu akan dideklarasikan. Ini dalam rangka hari pahlawan nasional,” kata Sholeh Hayat yang mantan anggota DPRD Jatim. (MMA)