Khofifah Siap Bantu Para Korban Bencana Badai Angin Kencang di Bojonegoro

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Eky Nurhadi
Rabu, 13 November 2019 00:14 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan kepada korban terdampak badai di Bojonegoro.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Dalam rangka mempercepat pemulihan situasi dan kondisi pasca kejadian bencana badai angin kencang di Kabupaten Bojonegoro, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap memberikan bantuan bagi warga yang terdampak.

“Kami mengapresiasi langkah Pemkab Bojonegoro atas kesigapannya menangani bencana puting beliung yang terjadi di wilayahnya," ujar Khofifah saat meninjau salah satu korban bencana badai angin kencang di Desa Prambatan, Kecamatan Balen Selasa sore, (12/11/19).

Untuk mendukung hal ini, kata dia, Pemprov Jatim juga siap membantu guna mempercepat pemulihan. Khofifah menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro untuk kejadian angin puting beliung yang terjadi pada hari Sabtu (9/11/2019), terdapat 1.377 rumah rusak dengan kategori yang berbeda.

Untuk rumah rusak berat (RB) berjumlah 32 unit, rusak sedang (RS) 181 unit dan rusak ringan (RR) mencapai 1.164 unit. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, BPBD juga mengidentifikasi 7 unit fasilitas sosial dan pendidikan mengalami kerusakan.

Kerusakan rumah tersebut tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dan 51 desa. Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Trucuk, Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kepohbaru.

Sedangkan, pada kejadian angin kencang yang kembali terjadi hari Senin (11/11/2019) terdapat 53 rumah rusak dengan kategori yang berbeda. Untuk kategori rumah rusak berat sebanyak 12 unit, rusak sedang (RS) 4 dan rusak ringan (RR) 37 unit.

Kerusakan tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 36 desa. Meliputi Kecamatan Temayang, Kecamatan Dender, Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Sugihwaras, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Kapas, Kecamatan Ngraho, Kecamatan Ngasem, Kecamatan Tambarkrejo, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Gayam dan Kecamatan Padangan.

Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan, Khofifah meminta kepada OPD terkait untuk segera mendata dan mencocokkan dengan pihak Pemkab Bojonegoro, agar bisa dilakukan identifikasi.

Selain itu, ketersediaan pos pengungsian yang memadai juga harus disediakan khususnya bagi yang kategori rumahnya rusak berat.

“Saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Jawa Timur telah bergabung dengan Tim dari Bakorwil Bojonegoro untuk melakukan dukungan assessment khususnya untuk rekonstruksi rumah yang rusak sedang dan berat,” tandas mantan Menteri Sosial ini.

Menurut Khofifah, penguatan konstruksi rumah tinggal masyarakat perlu segera dilakukan. Selain itu, bagi rumah tinggal yang tidak layak huni harus segera diupdate menjadi rumah tinggal layak huni (Rutilahu).

“Rumah-rumah tersebut diharapkan bisa terdata sebagai Rutilahu, dan ini perlu segera kita lakukan. Selain Pemprov, untuk menyukseskan program ini tentunya pemkab juga harus bisa menjadi ujung tombaknya,” tegasnya.

Kunjungan Gubernur Khofifah di Bojonegoro didampingi Bupati Anna Muawanah, Wakil Bupati Budi Irawanto, Kapolres AKBP Ary Fadli, Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto Kadinkes Prov. Jatim, Kepala PU Cipta Karya Prov. Jatim, Kepala BPBD Prov. Jatim, Kepala Biro Umum, dan Kepala Bakorwil Bojonegoro.