PDRB Sektor Industri Sumbang 53,4% Pembangunan Daerah, Pemkab Gelar Pembinaan Pelaku Usaha

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Selasa, 05 November 2019 19:20 WIB

Wabup Pungkasiadi ketika membuka pembinaan dan pengawasan pelaku usaha industri dan perdagangan di Hotel Ayana Trawas.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sektor industri di Kabupaten Mojokerto telah menyumbang 53,4 persen untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Angka ini telah ikut menyumbang kontribusi terhadap jalannya pembangunan daerah.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memberi perhatian lebih terhadap perkembangan sektor ini. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pembinaan dan pengawasan pelaku usaha industri dan perdagangan.

Pembinaan yang sama juga dilaksanakan kembali tahun ini, dengan melibatkan 475 pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (5/11) di Hotel Puncak Ayanna Trawas.

“Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, wajib melakukan pembangunan dan pemberdayaan industri. Kami ini menaikkan pangsa pasar produk daerah, daya saing perdagangan, dan mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM),” kata Wabup Pungkasiadi pada sambutannya.

Wabup juga membahas kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Mojokerto, yang mengalami kenaikan dari Rp 3.810.000 menjadi Rp 4.100.000 di tahun 2020 depan. Sejalan dengan hal tersebut, wabup berharap kenaikan ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Kenaikan ini (UMK) kita harap dapat mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Untuk masa depan industri kita agar lebih baik, akan kita galakkan terus kegiatan pembinaan seperti ini,” tandas wabup.

Didik Pancaning Agro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, pada laporan sambutannya turut menegaskan bahwa pembinaan ini adalah bentuk tanggungjawab Pemerintahan Kabupaten Mojokerto untuk membina industri serta pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto.

“Pembinaan ini dibuat agar tercipta pasar rakyat yang bersih dan nyaman, serta mampu bersaing dengan pasar modern,” ujar Didik.

Ada beberapa kegiatan menarik selama pembinaan berlangsung. Antara lain workshop ekspor untuk IKM, sosialisasi perdagangan dalam negeri, pembinaan, dan pelatihan bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan daur ulang sampah, pembinaan dan pelatihan keterampilan membuat kerajinan, dan souvenir berbahan kayu, pelatihan bimbingan manajemen usaha industri bagi IKM kuningan, fasilitasi standarisasi produk alas kaki, fasilitasi sertifikasi profesi bagi IKM, serta pembinaan dan pengawasan industri. (yep/ian)