Trauma Tak Mau Sekolah, Orang Tua Siswa SMPN di Blitar Korban Bullying Mengadu ke Polisi

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Senin, 04 November 2019 16:07 WIB

Ilustrasi

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Orang tua siswa kelas VII sebuah SMPN di Kabupaten Blitar mengadu ke Satreskrim Polres Blitar. Pengaduan ini dilakukan setelah si anak trauma tak mau sekolah karena menjadi korban bullying teman-temanya sendiri.

"Minggu siang kemarin orang tua korban datang ke Satreakrim Polres Blitar untuk membuat pengaduan. Kemudian diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk penanganan selanjutnya," ungkap Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, Senin (4/11/2019).

Menanggapi aduan ini, Unit PPA merespons cepat dengan langsung melakukan penyelidikan, serta memintai keterangan keluarga korban dan korban. Selain itu, petugas juga menggali informasi ke sekolah tempat aksi bullying tersebut dilakukan.

"Nah hari ini mengingat TKP berada di sekolahan, untuk mempermudah penyelidikan, tim menggali informasi ke sekolah tersebut," imbuhnya.

Menurut dia, selain proses penyelidikan pihak kepolisian juga melakukan visum fisik dan visum psikologis terhadap korban. Selain itu pihaknya juga mendatangkan tim trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis korban.

"Kanit PPA sudah koordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Blitar. Proses trauma healing kami utamakan. Karena berdasarkan informasi, hal ini kan sesuatu yang sudah berulang kali dialami korban. Untuk itu kita pulihkan dulu psikis korban sambil berjalan proses penyelidikan," tegasnya.

Sementara, polisi akan bertindak lebih proaktif terhadap beberapa nama siswa yang disebut korban sebagai korban bullying. "Mereka semua di bawah umur. Untuk itu kami akan melakukan tindakan yang pro aktif. Jangan sampai hal ini nantinya menghampat proses pendidikan mereka," tuturnya.

Keterangan keluarga, korban mendapatkan tindakan bullying terakhir saat Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10). Korban sempat pingsan dan diantar pulang ke rumah oleh pihak sekolah. Sebelumnya, korban juga sudah beberala kali mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya. Keluarga juga sempat membawa korban ke RSUD Ngudi Waluyo untuk memeriksakan keluhan korban. (ina/rev)