Waspadai Gelombang dan Badai, BPBD Tunggu Perbup Terkait Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Senin, 04 November 2019 11:38 WIB

Prakiraan Cuaca.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Potensi hujan dengan intensitas ringan dapat berlangsung di perairan Laut Jawa Utara dan selatan Bawean.

Selain itu juga di Perairan Gresik-Surabaya, perairan Tuban-Lamongan, perairan utara Madura, Selat Madura bagian Barat dan Timur, Laut Jawa Selatan Kalimantan dan perairan Selatan Jatim.

"Secara umum kondisi cuaca di perairan Jawa Timur berawan," ujar Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan Pemprov Jatim wilayah Pacitan, Ninik Setyorini, Senin (4/11).

Menurut istri dari Wabup Pacitan Yudi Sumbogo ini, arah angin didominasi dari Tenggara - Selatan.

"Kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian timur 20 knots (37 km/jam) dan Samudera Hindia Selatan Jatim 14 knots (26 km/jam). Sedangkan ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0.3 - 1.5 meter, di Laut Jawa bagian timur antara 0.5 - 1.3 meter dan Samudera Hindia selatan Jatim antara 1.5 - 3.3 meter. Kami imbau nelayan untuk tetap waspada, mengingat ketinggian gelombang laut lebih dari 2.5 meter di Perairan Selatan Jatim dan Samudera Hindia Selatan Jatim," tegas Ninik. 

Di sisi lain, Bupati Pacitan Indartato telah melakukan langkah-langkah preventif atas imbauan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terkait ancaman bencana hidrometeorologi yang kemungkinan akan terjadi saat musim penghujan tahun ini. Tak hanya badai dan gelombang pasang, namun juga bencana banjir dan tanah longsor. Apalagi Kabupaten Pacitan masuk dari 13 kabupaten/kota di Jatim yang tergolong daerah rawan bencana.

Bupati Indartato telah menyusun draft Peraturan Bupati yang tak lama lagi akan diterbitkan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo. "Draft Perbup sudah disusun, tinggal menunggu terbit untuk dijadikan acuan bagi BPBD," ujarnya, Senin (4/11).

Setelah Perbup terbit, langkah awal BPBD segera membentuk posko-posko kedaruratan. Terutama mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor. Sebab tiga kecamatan yakni Kebonagung, Arjosari, dan Nawangan merupakan daerah rawan bencana utamanya banjir dan tanah longsor.

"Tiga kecamatan tersebut memang cukup berpotensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Karena itu, kita nanti akan terfokus disitu. Selain sembilan kecamatan lainnya juga tak lepas dari atensi BPBD," jelasnya. (yun)