Soal Stadion GBT Bau Sampah, Pengamat Unair: Pemkot Surabaya Terlalu Baper, Anti Kritik

Editor: Tim
Minggu, 03 November 2019 18:51 WIB

Dr. Airlangga Pribadi Kusman. foto: istimewa/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengamat politik Dr Airlangga Pribadi Kusman menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terlalu terbawa persaan (baper) dan terkesan anti kritik terkait kondisi Gelora Bung Tomo (GBT). Menurut dia, pernyataan sejumlah pejabat Pemkot Surabaya terkesan terlalu emosional dalam menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Timur perihal aroma sampah yang kerap tercium di stadion GBT.

Padahal sejumlah kalangan - termasuk bonek - mengakui bahwa bau sampah itu sering menyengat saat pertandingan sepak bola.

Dosen Fisip Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengatakan, semestinya pernyataan tersebut dimaknai sebagai rasa perhatian dan rasa sayang Gubernur Jatim terhadap pengelolaan Kota Surabaya, termasuk warga Surabaya dan supporter Surabaya, Bonek Mania.

"Bukan sebaliknya, justru kembali menyerang Gubernur. Toh apa yang disampaikan itu adalah fakta sebenarnya, mengingat posisi GBT berdekatan dengan TPA Benowo. Jangan baper, harusnya ini menjadi bahan introspeksi," kata Angga - panggilan Airlangga Pribadi Kusman - saat ditemui di Surabaya, Ahad (3/11/2019).

Menurut Angga, komentar Khofifah semata-mata agar Pemkot Surabaya membenahi pengelolaan sampah, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Stadion GBT. Mengingat GBT merupakan salah satu stadion yang diajukan ke FIFA untuk menjadi venue pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

“Sebenarnya hal itu tidak perlu direspons reaktif, karena respons reaktif itu justru menghalangi pembenahan Kota Surabaya, yang saat ini sudah baik justru lebih baik lagi,” katanya.

Angga juga menyayangkan sikap netizen yang ramai-ramai menyikapi negatif pernyataan Khofifah soal GBT tersebut. Bahkan, netizen terkesan sengaja membenturkan Gubernur Khofifah dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Terkait bau sampah di GBT, ada baiknya dimaknai sebagai ajakan positif untuk memberi kerangka solutif terbaik, seperti mempercepat program, baik yang tengah dilakukan oleh Provinsi Jatim maupun Kota Surabaya, untuk membangun pengelolaan limbah lebih cepat dan lebih baik lagi,” kata Angga.

Angga mengungkapkan, manajemen Persebaya maupun supporter juga mengakui mencium aroma tidak sedap dalam sejumlah pertandingan. Tentunya ini akan menimbulkan kesan negatif saat FIFA melakukan kunjungan ke GBT.

Angga pun yakin, Gubernur Khofifah tetap ingin GBT terpilih menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia U20 Tahun 2021 mendatang. Tentunya hal tersebut membawa kebanggaan bagi warga Surabaya maupun Jawa Timur secara keseluruhan.

"Ini harus dimaknai sebagai bentuk dukungan Jawa Timur terhadap citra dan nama baik Indonesia di mata dunia. Jangan dimaknai dengan sempit sebatas wilayah Surabaya atau Malang. Tapi konteksnya adalah negara," tuturnya.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya meradang pasca Gubernur Jawa Timur, khofifah Indar Parawansa menyebut jika arah angin ke Gelora Bung Tomo (GBT) sering aroma sampah sampai stadion. Pernyataan Khofifah tersebut lantas ramai-ramai direspons anak buah Risma di antaranya Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Diaspora Surabaya Edi Santoso. (tim)