Diimami Ketua MUI Pamekasan, Ratusan Siswa SMA dan SMK Salat Minta Hujan

Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yeyen
Rabu, 30 Oktober 2019 11:46 WIB

Kegiatan salat minta hujan berlangsung di halaman kantor Bakorwil Madura di Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan siswa SMA dan SMK di Pamekasan, Rabu (30/10/19) pagi mendirikan salat minta hujan atau dikenal dengan salat istisqa' di halaman kantor eks Karesidenan Madura di Pamekasan.

Salat minta hujan ini diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, KH Ali Rahbini.

Sebelum salat dua rakaat itu dimulai, semenjak jam 05.30 ratusan pelajar mulai berdatangan di lokasi yang kini bernama Bakorwil IV (Badan Koordinasi Wilayah) Provinsi Jawa Timur di Pamekasan. Para pelajar putra dan putri masih mengenakan seragam sekolah putih-abu-abu.

Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Muhamad Alwi Beiq menjelaskan, salat istisqa ini bekerjas ama dengan UPT (Unit Pelaksana Teknis) Provinsi Jawa Timur.

"Itu sebabnya, pelajar SMA dan SMK yang kini berada di bawah naungan UPT Dinas Pendidikan Jatim di Pamekasan, dilibatkan dalam salat istisqa berjamaah," kata Alwi Beiq, sebelum sholat dimulai, Rabu (30/10/19).

Mantan Sekdakab Pamekasan itu menegaskan, keterlibatan pelajar SMA dan SMK di Pamekasan itu tidak akan menggangu jadwal KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolahnya. Sebab, salat dimulai jam 06.00 dan selesai 06.30. "Usai salat istisqa, adik-adik pelajar masih belum terlambat ikut jam pelajaran pertama belajar di sekolahnya," tutur Alwi.

Pantauan BANGSAONLINE.com di lapangan, tidak semua sekolah SMA dan SMK dilibatkan. Hanya SMA Negeri 3 dan 4, serta SMK Negeri 1 dan 3. "Pekan lalu, sekolah mengumumkan agar seluruh siswa ikut salat istisqa di Karesidenan," ujar Nurul Arifah, siswa SMK Negeri 3 Pamekasan dalam balutan mukenah.

Tampak juga dari jajaran pejabat Pemkab Pamekasan, Sekdakab Pamekasan, Totok Hartono. Saat salat istisqa dimulai, mantan Kepala Dinas PUPR Pamekaksan itu berdiri berdampingan dengan Kepala Bakorwil IV, Alwi Beiq.

Menurut KH Ali Rahmbini, solat istisqa dijalankan dua rakaat. Tata caranya mirip salat Ied. Rakaat pertama dilanjutkan 7 kali takbir dan rakaat kedua 5 kali takbir.

Usai salat pun ada pembacaan khotbah. "Dalam khotbah, imam mengajak jamaah memohon ampunan dengan memperbanyak bacaan Istisgfar," papar KH Ali.

Kiai Ali melanjutkan, sholat istisqa ini perlu digelar di Kabupaten Pamekasan. Musim kemarau yang mulai terasa semenjak Mei lalu, tiga bulan belakangan ini semakin terasa. Ribuan sumur milik warga di 300-an dusun di Kabupaten Pamekasan tak lagi memancarkan air.

"Ribuan warga di pedesaan terpaksa harus dipasok air bersih. Jika tidak, ribuan warga di ratusan dusun tersebut bakal kesulitan masak dan minum, serta bersuci sebelum menjalankan ibadah," terang Kiai Ali.

Untuk mengatasi kekeringan yang berdampak susahnya warga mendapatk air bersih, Kantor BPBD (Badan Penangggulangan Bencana Daerah) Pemkab Pamekasan menggerakkan lima unit mobil tangki kapasitas 4.000 liter.

Setiap hari, semenjak bulan Agustus lalu, mobil tangki itu mendropping air bersih ke wilayah Pamekasan Utara (Kecamatan Palengaan, Pagentenan, Waru, Pasean, dan Kadur). Juga ke Pamekasan Selatan (Kecamatan Pademawu, Tlanakan).

"Semoga saja, sholat istisqo yang kami dirikan ini dikabulkan Allah dan disegerakan turun hujan," harap Kiai Ali. (yen/dur)